pekerja offshore

SP SKK Migas Berharap DIM RUU Migas Perhatikan Nasib Pekerja Migas

Jakarta,RuangEnergi.com-Serikat Pekerja (SP) SKK Migas berharap dalam Daftar Inventaris Masalah Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas (DIM RUU Migas) memperhatikan nasib pekerja.

Pasal peralihan, terkait pembubaran SKK Migas apabila BUMNK terbentuk, terkait kelanjutan kerja pekerja SKK Migas saat ini.

Apapun yang diputuskan, agar hal terkait pekerja tetap diperhatikan, baik kelanjutan kerja, maupun pemenuhan hak pekerja.

“DIM yang pernah kami lihat belum ada. Termasuk draft UU Omnibus Law belum membahas terkait pekerja. Karena itu bulan Mei 2020 kami sudah bertemu dengan beberapa fraksi di DPR menyampaikan aspirasi kami, agar tidak melupakan efek pembentukan BUMNK dan pembubaran skknigas terhadap pekerjanya saat ini,” kata Ketua SP SKK Migas Muhammad Arfan kepada ruangenergi.com akhir pekan lalu.

SP SKK Migas berharap hal tersebut akan disuarakan. Saat ini pihaknya terus berusaha berkomunikasi dengan pihak terkait agar tidak melupakan dampak pasal pembentukan BUMNK terhadap pekerja Skk Migas saat ini.

“Situasi negara belakangan memang memprihatinkan, dengan pandemi Covid ini, pasti berat untuk kita semua. Tetapi mudah-mudahanan tiba saatnya nanti kita bisa bangkit, terutama industri migas, dengan terbentuknya BUMNK baru yang profesional, dengan pekerja-pekerja yang berpengalaman, dan peraturan-peraturan yang mendukung investasi. Nah Investasi harus bangkit, kalo tidak, saya gak kebayang masa depan industri migas,” pungkas Arfan

BACA JUGA  BPH Migas Resmikan BBM Satu Harga di Kabupaten Nias Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *