Prabumulih, Sumatera Selatan, ruangenergi.com – Kabar menggembirakan kembali datang dari sektor hulu migas nasional. Upaya peningkatan produksi minyak yang terus didorong pemerintah dan SKK Migas menunjukkan hasil positif dengan ditemukannya tambahan produksi dari sumur pengembangan baru di Lapangan Limau, Prabumulih, Sumatera Selatan.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan bahwa Pertamina EP Asset 2 PHR Zona 4 berhasil menyelesaikan pemboran sumur pengembangan KRG-040 yang mulai dibor pada 4 Mei 2026. Setelah melalui proses pemboran dan pengujian, sumur tersebut resmi menjalani uji produksi pada 8 Juni 2026 dengan hasil yang menjanjikan.
“Alhamdulillah, sumur KRG-040 menunjukkan performa yang baik dengan produksi mencapai 475 barel fluida per hari (BLPD). Dengan kandungan air sekitar 40 persen, sumur ini menghasilkan minyak bersih sebesar 285 barel minyak per hari (BOPD),” ujar Djoko dalam laporannya, Selasa (9/6).
Produksi minyak dari sumur baru ini berasal dari beberapa lapisan produktif, yaitu TAF-D3, TAF-D4, dan TAF-E yang selama ini dikenal sebagai reservoir potensial di wilayah Lapangan Limau.
Secara teknis, sumur KRG-040 dibor menggunakan metode sumur berarah tipe J (J-Type Well) dengan dukungan Rig PDSI 25.2/LTO-750-M. Pemboran berhasil mencapai kedalaman akhir 1.803 meter measured depth (mMD) atau 1.625 meter true vertical depth (TVD) dalam waktu relatif singkat, yakni 33 hari.
Keberhasilan ini menjadi tambahan energi bagi upaya menjaga dan meningkatkan produksi migas nasional di tengah tantangan alamiah penurunan produksi lapangan-lapangan tua. Setiap tambahan barel minyak dari sumur pengembangan menjadi kontribusi penting bagi pencapaian target lifting nasional.
Namun demikian, Djoko juga mengingatkan masih adanya tantangan operasional yang perlu segera diselesaikan. Salah satunya adalah perbaikan pembangkit listrik yang dikelola MCTN. Ketersediaan listrik sangat penting karena banyak sumur minyak di wilayah PHR menggunakan pompa yang digerakkan tenaga listrik untuk mengoptimalkan produksi.
“Mohon doa dan dukungan agar perbaikan pembangkit listrik dapat segera selesai sehingga temuan-temuan sumur minyak baru dapat segera diproduksikan secara optimal,” katanya.
Keberhasilan sumur KRG-040 menjadi bukti bahwa sinergi antara SKK Migas dan Pertamina Hulu Rokan terus menghasilkan capaian positif. Dengan tambahan produksi baru dan dukungan infrastruktur yang semakin andal, optimisme terhadap kenaikan lifting minyak nasional tetap terjaga.
Semangat yang digaungkan para insan hulu migas pun tetap sama: “Lifting Naik, Bisa! Bisa! Bisa!”

