Tekan Ketergantungan Impor, Pertamina Lubricants & Pertamina Group Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).

Katalis ini berfungsi untuk mempercepat proses reaksi dalam pengolahan minyak dengan energi aktivasi yang lebih rendah, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kilang, sekaligus membuka peluang substitusi katalis impor. Dalam waktu dekat, katalis ini akan segera dimanfaatkan oleh Kilang Pertamina Cilacap.

Corporate Secretary, Rika Gresia Wahyudi,mengatakan bahwa keberhasilan ini merupakan, “Salah satu milestone penting dalam komersialisasi hasil riset yang diharapkan dapat terus berkembang dan mendorong upaya yang lebih besar dalam kemandirian teknologi di sektor energi. Langkah ini sejalan dengan semangat Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat kemandirian industri nasional dan hilirisasi berbasis inovasi dalam negeri.” jelasnya.

Lebih lanjut, Rika menyampaikan sinergi antara fungsi Technology Innovation & Implementation (TI&I) PT Pertamina (Persero) dan Pertamina Lubricants ini dapat menjadi model replikasi bagi pengembangan katalis dan produk specialty chemical lainnya di lingkungan Pertamina Group, sehingga ketergantungan terhadap katalis impor dapat terus dikurangi secara bertahap.

Dalam pengembangan katalis ini, TI&I menangani pengembangan formulasi dan teknologi, sementara Pertamina Lubricants mengelola aspek komersial hingga produk dapat diproduksi dan digunakan untuk kebutuhan kilang.

Sinergi inovasi dan komersialisasi end-to-end

Rika menambahkan  pengalaman panjang  PTPL dalam mengelola aspek komersialisasi sangat penting dan menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan hasil inovasi Pertamina ke kebutuhan industri.

“Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bagaimana bagaimana sinergi Pertamina Group dapat menghubungkan inovasi dengan kebutuhan operasional secara end-to-end. Pertamina Lubricants berperan menjembatani hasil pengembangan formulasi dari TI&I dengan proses komersialisasi, sehingga inovasi yang dihasilkan dapat diuji dan digunakan untuk menjawab kebutuhan kilang,” ujarnya.

Ke depan, pengembangan teknologi ini diharapkan dapat mendukung pembangunan fasilitas produksi katalis FCC/RFCC di dalam negeri, sekaligus memperluas portofolio specialty chemicals Pertamina Lubricants.