Trio Maha–Marakes–Jangkrik Kompak, FPU Jangkrik Nyaris Sentuh Rekor 750 MMSCFD

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com – Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu migas nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa tiga lapangan gas andalan, yakni Maha, Marakes, dan Jangkrik, kini bergerak serempak mendongkrak produksi. Hasilnya, FPU Jangkrik kembali menyentuh level puncak yang terakhir dicapai sekitar satu dekade silam.

Hal itu disampaikan Djoko kepada ruangenergi.com, Minggu (8/11/2026).

Djoko bercerita, start-up sumur Lapangan Maha dimulai pada 30 Oktober 2026, diawali Maha-3 dan dilanjutkan Maha-4. Kini, kedua sumur itu sudah dalam tahap ramp-up dan menghasilkan sekitar 220 MMSCFD.

“K3S Searah akan terus menaikkan produksi Lapangan Maha secara bertahap hingga mencapai target sekitar 230 MMSCFD,” ujar Djoko.

Perjalanan awal ini tidak sepenuhnya mulus. Sumur Maha-3 sempat mengalami kendala penyumbatan. Namun, menurut Djoko, persoalan tersebut telah ditangani sehingga ramp-up bisa terus berjalan.

Di Lapangan Marakes yang menggunakan skema Gross Split, produksi terjaga stabil dengan rata-rata di atas 400 MMSCFD.

Sementara itu, Lapangan Jangkrik mencatat kenaikan produksi sekitar 60 MMSCFD, sehingga rata-rata produksinya kini di atas 95 MMSCFD.

Dampak dari ketiga lapangan tersebut terlihat jelas pada FPU Jangkrik. Hari ini, rata-rata produksi FPU Jangkrik sudah berada di atas 717 MMSCFD, mendekati kapasitas maksimumnya sebesar 750 MMSCFD.

“Dalam beberapa hari ke depan, kami terus upayakan produksi mencapai 725 hingga 750 MMSCFD,” kata Djoko.

Djoko lalu mengenang perjalanan panjang fasilitas ini. FPU Jangkrik dibangun di galangan kapal Busan, Korea Selatan. Pada 2016, fasilitas tersebut berlayar (sail away) dari Busan menuju perairan Indonesia. Produksi puncaknya sebesar 750 MMSCFD pernah dicapai sekitar 10 tahun lalu.

“Alhamdulillah, dengan adanya pengembangan Lapangan Jangkrik, Marakes, dan Maha yang Bapak resmikan tempo hari, kini FPU Jangkrik kembali mencapai puncaknya,” ungkap Djoko.

Capaian ini menjadi sinyal positif bagi upaya menjaga pasokan gas nasional, sekaligus bukti bahwa pengembangan lapangan-lapangan baru mulai berbuah hasil nyata.