Kampar, Riau, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan kembali datang dari sektor hulu migas nasional. Upaya kerja ulang sumur atau workover yang dilakukan KKKS PT Texcal Mahato Inc pada sumur PB-24 di Kabupaten Kampar, Riau, berhasil mendongkrak produksi minyak jauh melampaui target awal.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam laporan yang disampaikan Rabu (6/5/2026) menyebutkan, kegiatan pindah lapisan pada sumur PB-24 yang berlangsung sejak 26 April hingga 5 Mei 2026 berhasil mencatat laju alir awal sebesar 205 barel minyak per hari (barrel oil per day/BOPD). Angka ini hampir tiga kali lipat dari target awal yang dipatok sebesar 69 BOPD.
“Alhamdulillah hasil kegiatan workover KKKS PT Texcal Mahato Inc menghasilkan tambahan produksi minyak,” tulis Djoko dalam laporan internal yang disampaikan kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, dan jajaran pimpinan tinggi sektor energi.
Sumur PB-24 sendiri menargetkan lapisan Formasi Bekasap Sandstone A, salah satu reservoir produktif di wilayah kerja tersebut. Begitu rig dinyatakan release pada 5 Mei 2026, sumur langsung diuji produksi dan dinyatakan siap beroperasi penuh atau put on production (POP) pada hari yang sama.
Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi upaya menjaga tren peningkatan lifting migas nasional di tengah tantangan penurunan alami produksi lapangan tua.
Secara operasional, pekerjaan dilakukan menggunakan rig SDN berkapasitas 350 HP dengan total durasi pengerjaan hanya sembilan hari. Dari sisi efisiensi, biaya yang dikeluarkan tercatat sekitar USD 562.943 atau setara 87,3 persen dari authorization for expenditure (AFE) yang telah disetujui SKK Migas.
Capaian tersebut dinilai menunjukkan efektivitas strategi optimasi sumur eksisting yang terus didorong pemerintah dan pelaku industri hulu migas untuk menopang produksi nasional tanpa harus menunggu proyek-proyek raksasa baru mulai beroperasi.
Semangat optimisme juga terasa dalam penutup laporan tersebut. Bersama PT Texcal Mahato Inc, SKK Migas kembali menegaskan slogan yang kini akrab di industri hulu migas nasional: “Bersama kita BISA. Lifting naik, BISA BISA BISA.”


