Wow Keren! Potensi Migas Membentang dari Sabang hingga Merauke, 65 Cekungan Masih “Perawan”

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Bandung, Jawa Barat, ruangenergi.com — Potensi minyak dan gas bumi (migas) Indonesia masih menyimpan ruang yang sangat besar untuk dikembangkan. Dari ujung barat hingga timur Indonesia, ratusan cekungan geologis diyakini menyimpan material migas yang belum seluruhnya dieksplorasi.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat terdapat 128 cekungan geologis yang mengandung material migas di Indonesia. Namun, sebagian besar cekungan tersebut masih belum tersentuh kegiatan eksplorasi.

Kepala Departemen Komunikasi SKK Migas Hadariat Kuncara Zakty mengungkapkan, dari 128 cekungan tersebut, baru 20 cekungan yang telah dieksplorasi. Sementara 65 cekungan lainnya bahkan belum tersentuh eksplorasi.

“Terdapat 128 cekungan geologis yang mengandung material migas. Dari total tersebut, baru 20 cekungan yang dieksplorasi, sementara 65 cekungan lainnya belum tersentuh,” kata Hadariat dalam kegiatan sosialisasi industri migas di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/9/2026).

Menurut dia, keberadaan 65 cekungan yang belum dieksplorasi tersebut menjadi salah satu peluang investasi sektor energi yang besar, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga kawasan Asia Pasifik.

Potensi tersebut semakin menarik jika melihat data sumber daya migas nasional hingga Juni 2026.

SKK Migas mencatat potensi volume cadangan minyak nasional mencapai 2,10 miliar barel (Billion Barrel of Oil/BBO), sementara cadangan terbukti tercatat sebesar 2,33 BBO.

Untuk gas bumi, potensi volume cadangan mencapai 21,07 triliun kaki kubik (TCF) dengan cadangan terbukti sebesar 34,78 TCF.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa cerita tentang migas Indonesia belum selesai. Justru, tantangan berikutnya adalah bagaimana membuka wilayah-wilayah yang masih minim eksplorasi menjadi sumber penemuan cadangan baru.

Eksplorasi menjadi semakin penting di tengah kebutuhan menjaga ketahanan energi nasional. Penemuan cadangan baru diperlukan untuk menopang keberlanjutan produksi migas domestik sekaligus mengurangi tekanan kebutuhan energi yang harus dipenuhi dari luar negeri.

Informasi mengenai besarnya potensi migas nasional tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi peningkatan pemahaman insan pers mengenai industri migas yang diselenggarakan PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES).

PHE OSES merupakan anak usaha PT Pertamina Hulu Energi yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi migas lepas pantai, antara lain di wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, dan Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Di tengah tantangan eksplorasi migas nasional, PHE OSES juga terus menjaga kinerja produksinya.

Pada kuartal I 2026, PHE OSES mencatatkan produksi minyak sebesar 18 ribu barel per hari (MBOPD). Sementara produksi gas mencapai 42,57 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Dengan masih banyaknya cekungan yang belum dieksplorasi, peta migas Indonesia sesungguhnya masih menyimpan ruang yang luas untuk penemuan baru.

Dari 128 cekungan, baru sebagian yang telah mendapatkan sentuhan eksplorasi. Sementara puluhan cekungan lainnya masih menunggu modal, teknologi, data geologi yang semakin matang, serta keberanian investor untuk masuk lebih jauh ke wilayah frontier.

Bagi Indonesia, eksplorasi bukan sekadar mencari minyak dan gas baru. Di balik setiap pengeboran sumur eksplorasi terdapat harapan untuk menemukan sumber energi baru yang dapat memperkuat fondasi ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

Sabang hingga Merauke, cerita migas Indonesia masih menyimpan banyak halaman yang belum ditulis.