Wow Keren! Tak Sekadar Bor Sumur, Pertamina Drilling Siapkan Lompatan Bisnis Energi Masa Depan

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) terus memperkuat langkahnya sebagai tulang punggung industri pengeboran nasional. Berbekal armada rig terbesar di Asia Tenggara, perusahaan ini kini mengincar posisi sebagai perusahaan jasa pengeboran dan energi kelas dunia melalui ekspansi bisnis, inovasi teknologi, hingga pengembangan proyek energi rendah emisi.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Pertamina Drilling memegang peran strategis dalam mendukung kegiatan eksplorasi dan produksi migas di berbagai wilayah kerja Pertamina maupun pasar non-captive. Perusahaan tidak hanya menyediakan jasa pengeboran, tetapi juga menghadirkan layanan terintegrasi melalui konsep one stop drilling solution yang mencakup berbagai layanan pendukung pengeboran. 

Saat ini, Pertamina Drilling mengoperasikan 58 unit rig, terdiri atas 53 land rig, 3 jack-up rig melalui strategic alliance, dan 2 offshore workover rig. Armada tersebut diperkuat lebih dari 110 layanan pendukung yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan operasi pengeboran di berbagai medan kerja. Bahkan, perusahaan telah memperluas kiprahnya hingga Malaysia dan Timor Leste, serta melayani perusahaan migas global seperti ExxonMobil dan Petronas. 

Kinerja bisnis perusahaan juga menunjukkan tren positif. Dalam lima tahun terakhir, pendapatan hampir dua kali lipat, dari US$221,1 juta pada 2020 menjadi US$435,7 juta pada 2025. Laba bersih melonjak lebih dari empat kali lipat menjadi US$29,61 juta. Dari sisi operasional, tingkat keselamatan kerja dan produktivitas rig juga terus membaik. Total Recordable Incident Rate (TRIR) berada di bawah rata-rata industri global, sementara Non-Productive Time (NPT) hanya 1,29 persen, jauh lebih rendah dibanding rata-rata kontraktor rig di Indonesia. 

Ke depan, Pertamina Drilling menargetkan pertumbuhan pendapatan berkelanjutan hingga 2034 dengan menjadikan End-to-End Well Construction Business sebagai mesin utama pertumbuhan. Strategi tersebut akan diperkuat melalui keterlibatan dalam proyek Carbon Capture Storage/Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS), ekspansi ke pengeboran panas bumi, pengembangan proyek deepwater, investasi rig baru, hingga ekspansi pasar internasional. Perusahaan juga mulai mengadopsi teknologi Dynamic Gas Blending dan Gas to Liquid guna mendukung operasi pengeboran yang lebih hemat energi dan rendah emisi.

Dengan fondasi operasional yang kuat, pertumbuhan kinerja yang konsisten, serta strategi bisnis yang berorientasi pada transformasi energi, Pertamina Drilling optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai pemain utama jasa pengeboran nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di industri pengeboran global.