San Donato Milanese, Milan, Italia, ruangenergi.com- Perusahaan energi asal Italia, Eni S.p.A., resmi mengambil keputusan investasi final (Final Investment Decision/FID) untuk dua proyek besar gas laut dalam di Indonesia. Langkah ini menandai percepatan pengembangan salah satu portofolio gas terbesar di Asia Tenggara.
Dalam keterangan resminya dikutip dari website ENI, Rabu (18/3/2026), Eni menetapkan FID untuk proyek South Hub (Gendalo–Gandang) dan North Hub (Geng North–Gehem) yang berada di lepas pantai Kalimantan Timur, tepatnya di Cekungan Kutai, Selat Makassar.
Melalui pengembangan terintegrasi ini, Eni menargetkan produksi mencapai 2 miliar standar kaki kubik per hari (Bscfd) gas dan sekitar 90 ribu barel per hari (bph) kondensat pada masa puncak produksi.
Yang menarik, proyek ini tidak dibangun dari nol. Eni mengandalkan fasilitas eksisting seperti: Jangkrik Floating Production Unit (FPU) dan Kilang LNG Bontang.
Strategi ini dinilai mampu memangkas biaya sekaligus mempercepat monetisasi gas ke pasar domestik dan ekspor LNG.
Untuk South Hub, pengembangan dilakukan di kedalaman laut 1.000–1.800 meter dengan rencana pengeboran 7 sumur produksi.
Sementara North Hub akan lebih masif dengan 16 sumur produksi.Kedalaman hingga 2.000 meter. FPSO baru berkapasitas >1 Bscfd gas. Produksi kondensat hingga 90 ribu bph
Kapasitas penyimpanan FPSO bahkan mencapai 1,4 juta barel, menunjukkan skala proyek yang sangat besar.
Total potensi sumber daya dari kedua proyek ini mencapai: Hampir 10 triliun kaki kubik (Tcf) gas. Sekitar 550 juta barel kondensat
Produksi dijadwalkan mulai pada 2028, dengan puncak produksi diraih pada 2029. Gas akan dialirkan ke darat melalui pipa dan diproses di fasilitas LNG Bontang untuk kebutuhan domestik dan ekspor global.
Menariknya, proyek ini juga akan menghidupkan kembali train LNG yang saat ini idle di Bontang (Train F). Langkah ini diyakini dapat memperpanjang umur operasional kilang LNG legendaris tersebut.
Keputusan FID ganda ini menunjukkan: Kepercayaan investor global terhadap sektor hulu migas Indonesia. Sinergi kuat antara Eni, mitra, dan pemerintah Indonesia. Peran strategis Indonesia dalam pasokan gas dan LNG global
Selain itu, pengembangan North Hub juga akan membuka peluang tie-in untuk penemuan-penemuan baru di masa depan, memperkuat posisi Cekungan Kutai sebagai salah satu hotspot gas dunia.
Proyek ini nantinya akan menjadi bagian dari portofolio yang akan digabungkan dalam rencana bisnis Eni bersama Petronas, dengan target produksi gabungan lebih dari 500 ribu barel setara minyak per hari (boepd) pada 2029. (Eni)
Catatan Redaksi:
Langkah agresif Eni ini menjadi sinyal kuat bahwa era “gas is the new oil” di Indonesia semakin nyata. Dengan dukungan infrastruktur eksisting dan percepatan eksekusi proyek, Indonesia berpotensi kembali menjadi pemain kunci LNG dunia dalam dekade ini.


