Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com – Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan capaian signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal Papua di sektor hulu migas. Berdasarkan laporan dari sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), termasuk BP Indonesia, tingkat keterlibatan tenaga kerja asli Papua telah mencapai sekitar 70 persen.
Djoko menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut yang dinilainya sebagai hasil dari proses panjang dan konsisten.
“Maa syaa Allah, alhamdulillah BP melaporkan sudah bisa mencapai 70 persen tenaga lokal, saudara-saudara kita asli Papua berkarya di sana. Ini bukan capaian instan, melainkan buah dari perjuangan panjang dan kerja kolaboratif berbagai pihak,” ujarnya.
Menurut Djoko, keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya sistematis yang telah dilakukan sejak lama oleh tim multidisiplin BP Indonesia. Program tersebut digerakkan oleh para pimpinan perusahaan, mulai dari level eksplorasi hingga manajemen puncak, dengan pendekatan top-down yang kuat.
Sejumlah tokoh kunci yang berperan dalam inisiatif ini antara lain Dharmawan Samsu, Soerjo, dan Hardi Hanafiah, yang secara konsisten mendorong berbagai program strategis, mulai dari sosialisasi ke mahasiswa Papua di berbagai kampus dalam dan luar negeri, hingga proses rekrutmen lintas jenjang pengalaman.
“Program seperti Challenger menjadi salah satu tulang punggung dalam membangun kompetensi SDM Papua. Tidak hanya pelatihan, tetapi juga dilanjutkan dengan mentoring dan coaching secara person-to-person, yang bahkan menjadi bagian dari KPI para pemimpin tim,” jelas Djoko mengacu pada laporan KKKS yang dia terima dan diceritakan kembali kepada ruangenergi.com.
Djoko menegaskan bahwa keberhasilan ini mencerminkan visi besar untuk menjadikan masyarakat Papua sebagai tuan rumah di tanahnya sendiri, sekaligus berkontribusi langsung terhadap ketahanan energi nasional.
“Harapannya, kemakmuran tanah Papua dapat dikawal oleh putra-putri Papua sendiri, yang pada akhirnya memperkuat kemandirian energi NKRI,” tambahnya.
Selain BP, sejumlah KKKS lain juga menunjukkan komitmen serupa. Perusahaan seperti Petrogas dilaporkan telah memiliki komposisi tenaga kerja Papua lebih dari 30 persen, termasuk di level manajemen.
Sementara itu, inisiatif peningkatan kapasitas SDM lokal juga digaungkan oleh berbagai pelaku industri lainnya seperti Pertamina Drilling Services Indonesia dan ExxonMobil Indonesia yang aktif mendorong pendidikan, pelatihan teknis, hingga program STEM untuk generasi muda.
Djoko pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Selamat kepada BP dan seluruh jajaran SKK Migas atas capaian luar biasa ini. Ini adalah prestasi yang patut kita syukuri dan banggakan bersama,” tutupnya.


