Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan capaian produksi baru dari sumur pengembangan BNG-079 di Struktur Benuang, Lapangan Adera, Sumatera Selatan.
Sumur yang dioperasikan PT Pertamina EP Asset 2 tersebut mencatat produksi awal sebesar 473,31 barel kondensat per hari (BCPD) dan 6,5 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Produksi mengalir secara natural (open flow) dari lapisan TAF-P3 dengan tekanan reservoir yang masih baik.
Pengeboran sumur BNG-079 (BNG-A10) dimulai pada 3 Maret 2026 dan mencapai uji produksi pada 10 April 2026. Sumur dibor secara directional menggunakan Rig PDSI #41.3/N110UE hingga kedalaman akhir 2.559 meter measured depth (mMD) atau 2.514,60 meter true vertical depth (mTVD), dengan total durasi operasi 38 hari hingga tahap uji produksi.
Djoko Siswanto melaporkan, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com, kegiatan pengeboran ini juga mencatat kinerja keselamatan kerja sebesar 52.320 jam kerja aman tanpa kecelakaan, sejalan dengan komitmen HSSE dan operational excellence.
Dari sisi biaya, realisasi sementara mencapai sekitar USD 6,06 juta, atau 84,01 persen dari total anggaran (AFE) yang disetujui.
Lokasi sumur berada di wilayah timur laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, yang merupakan bagian dari lapangan eksisting Adera.
Keberhasilan uji produksi sumur BNG-079 diharapkan dapat memberikan tambahan kontribusi terhadap produksi minyak dan gas nasional, khususnya dari optimalisasi lapangan mature.
