Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Boma Andro Gauri, selaku Business Development Manager APAQ Group Indonesia menegaskan pentingnya pendekatan proaktif dalam pengelolaan kualitas udara bagi sektor industri di Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam paparan terkait solusi pemantauan lingkungan yang disediakan oleh APAQ Group Indonesia.
Menurut Boma, pengelolaan kualitas udara tidak lagi cukup dilakukan hanya untuk memenuhi kewajiban regulasi. Ia menilai, perusahaan perlu mulai memanfaatkan teknologi berbasis data untuk meningkatkan efektivitas pengendalian emisi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Pendekatan berbasis data memungkinkan perusahaan mengambil keputusan yang lebih cepat dan akurat dalam mengelola kualitas udara,” ujarnya dalam bincang santai bersama reporter ruangenergi.com Destian Anugrah Ramadhan dalam sebuah seminar CEMS Envea 2026, Selasa (28/04/2026), di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Boma juga menyampaikan bahwa kegiatan yang digelar bertujuan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu forum.
“Dengan acara ini kami berharap dapat memfasilitasi industri, regulator, penyedia teknologi, dan stakeholder terkait untuk melihat perkembangan terkait CEMS di Indonesia, khususnya dari sisi regulasi,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran teknologi pemantauan emisi berkelanjutan atau Continuous Emission Monitoring System (CEMS) menjadi semakin penting di tengah tuntutan transparansi dan kepatuhan lingkungan yang lebih ketat.
Lebih lanjut, Boma mengungkapkan bahwa ENVEA kini memperkuat kehadirannya di dalam negeri. “ENVEA kini hadir langsung di Indonesia melalui PT APAQ Group Indonesia dengan expert lokalnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem pemantauan yang modern dapat membantu industri mengidentifikasi sumber pencemar secara lebih presisi, meningkatkan efisiensi operasional, serta meminimalkan potensi pelanggaran terhadap aturan lingkungan.
Boma juga menekankan bahwa investasi pada teknologi pemantauan kualitas udara dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan, terutama dalam menghadapi standar lingkungan yang semakin ketat di tingkat global.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan penyedia teknologi dalam mengatasi tantangan kualitas udara di Indonesia. Menurutnya, sinergi antar pemangku kepentingan menjadi faktor kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan lingkungan yang efektif.
Dalam penutupnya, Boma menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia serta para mitra yang berpartisipasi, yaitu SGS Indonesia, Air Liquide, dan Intertek.
PT APAQ Group Indonesia, yang merupakan bagian dari ENVEA dan berbasis di Jakarta, berfokus pada penyediaan solusi pemantauan kualitas udara dengan standar internasional. Di Indonesia, perusahaan ini melayani kebutuhan industri dalam pemantauan lingkungan guna mendukung kepatuhan dan peningkatan kinerja keberlanjutan.


