Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu migas nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa produksi minyak mentah dari sumur masyarakat (ASM) menunjukkan kualitas yang sangat baik, dengan kadar air nyaris nol persen.
“Alhamdulillah, crude oil dari sumur masyarakat kadar airnya rata-rata 0% (BS&W = 0%),” ujar Djoko pada Jumat (1/5/2026), seperti diceritakan kepada ruangenergi.com.
Djoko menambahkan, produksi tersebut kini terus mengalir setiap hari menuju fasilitas Medco di Ramba, Sumatera Selatan.
Dengan tegas Djoko mengatakan; ” No Oil spill / tak ada pencemaran lingkungan, No incident dan No Near Miss ( tidak ada kecelakaan bahkan tidak ada gejala kecelakaan)!”
Capaian ini menjadi sorotan tersendiri, terutama jika dibandingkan dengan kondisi di wilayah lain. Djoko menyinggung bahwa produksi dari sumur-sumur di Rokan justru didominasi oleh kadar air yang tinggi, bahkan sebagian besar berada di atas 90%. Perbedaan kualitas ini menegaskan potensi besar pengelolaan sumur masyarakat bila dilakukan secara optimal.
Lebih dari sekadar capaian teknis, Djoko juga menyampaikan pesan motivasi bagi daerah-daerah lain yang memiliki potensi serupa. Ia berharap provinsi yang telah memiliki sumur masyarakat namun belum berproduksi dapat segera menyusul keberhasilan di Sumatera Selatan.
“Mohon doa Bapak Ibu supaya provinsi lain yang ada sumasnya dan belum mengalir dapat segera menyusul. Jangan mau kalah dengan KKKS Medco dan koperasi, UMKM, maupun BUMD,” ujarnya.
Dalam nada yang penuh semangat, Djoko bahkan mendorong percepatan proses bisnis di sektor hulu migas. Ia mencontohkan kecepatan Medco yang mampu mengeksekusi dari kontrak hingga produksi hanya dalam hitungan hari.
“Kalau KKKS Medco Senin kontrak, Rabu sudah mengalir, KKKS lain harapannya kontrak diteken besoknya minyak langsung mengalir,” katanya.
Seruan ini bukan sekadar ajakan kompetisi, melainkan dorongan untuk berlomba dalam kebaikan demi peningkatan produksi nasional. “Berlomba-lomba dalam kebaikan akan mendapat pahala yang besar. Aamiin YRA,” tutupnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa optimalisasi sumur masyarakat dapat menjadi salah satu kunci peningkatan lifting minyak nasional, dengan catatan didukung oleh kolaborasi cepat antara pemerintah, KKKS, dan pelaku usaha lokal.


