Lawan Decline Alamiah, Banyu Urip Tambah Produksi Hingga 2.000 BOPD

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Cepu, Jateng, ruangenergi.com-Upaya menjaga produksi migas nasional kembali menunjukkan hasil positif. Lapangan minyak Banyu Urip terus melakukan berbagai langkah teknis untuk menahan laju penurunan produksi alamiah (natural decline) yang selama ini menjadi tantangan utama industri hulu migas.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, pada Rabu (6/5/2026) menyampaikan kabar menggembirakan dari operasi Banyu Urip. Berbagai metode intervensi sumur berhasil memberikan tambahan produksi minyak yang cukup signifikan.

“Alhamdulillah, dalam rangka perang melawan penurunan produksi alamiah, Banyu Urip terus melakukan upaya menahan laju penurunan produksi dengan berbagai cara,” ujar Djoko Siswanto.

Lapangan Banyu Urip yang berada di Blok Cepu dioperasikan oleh ExxonMobil melalui afiliasinya, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), bersama mitra PT Pertamina EP Cepu.

Menurut Djoko, strategi yang dilakukan antara lain menahan keluarnya air dan gas dari sumur melalui injeksi kimia, pelaksanaan high rate test untuk mengendalikan gas yang ikut terproduksi, hingga pemasangan plug guna membatasi produksi air dari sumur.

Langkah-langkah tersebut terbukti efektif. Dari intervensi yang dilakukan, tambahan produksi minyak per sumur mampu meningkat sekitar 1.000 hingga 2.000 barel minyak per hari (BOPD).

Capaian ini menjadi sinyal positif bagi upaya menjaga ketahanan produksi nasional di tengah tantangan penurunan alamiah lapangan-lapangan migas yang telah lama berproduksi. Bagi industri hulu migas, keberhasilan mempertahankan produksi dari lapangan eksisting dinilai sama pentingnya dengan menemukan cadangan baru.

Banyu Urip sendiri selama ini menjadi salah satu tulang punggung produksi minyak nasional. Karena itu, setiap tambahan produksi dari lapangan ini memiliki kontribusi penting terhadap target lifting minyak Indonesia.