The MINDJourney: Film Dokumenter yang Ubah Cara Pandang Publik terhadap Industri Tambang Indonesia

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com-Industri pertambangan selama ini kerap identik dengan kerusakan lingkungan dan eksploitasi sumber daya alam. Namun persepsi itu coba diubah oleh MIND ID melalui sebuah film dokumenter bertajuk The MINDJourney yang tayang perdana di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Lewat karya sinematik tersebut, holding industri pertambangan BUMN itu ingin memperlihatkan sisi lain dunia tambang: perjalanan panjang pengelolaan mineral Indonesia dari tahap prapenambangan hingga pascatambang, lengkap dengan dampak sosial dan lingkungan yang dihasilkan dari praktik pertambangan berkelanjutan.

Film ini bukan sekadar dokumenter korporasi biasa. The MINDJourney hadir dengan visual lapangan yang memperlihatkan bagaimana proses hilirisasi mineral dilakukan untuk menciptakan nilai tambah besar bagi ekonomi nasional. Salah satu sorotan utama dalam film adalah transformasi bauksit mentah bernilai sekitar US$40 per ton menjadi alumina senilai US$400 per ton, bahkan meningkat hingga US$3.000 per ton setelah diolah menjadi aluminium.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, mengatakan film ini menjadi media edukasi untuk memperlihatkan bagaimana seluruh anggota holding bekerja dalam satu visi besar membangun industri pertambangan nasional yang bertanggung jawab.

Menurutnya, praktik good mining practice tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga mencakup keselamatan kerja, efisiensi operasional, hingga keberlanjutan lingkungan setelah tambang ditutup. Ia menegaskan bahwa kekayaan mineral Indonesia harus mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan masa depan bangsa.

Menariknya, perubahan perspektif justru datang dari tim kreatif film itu sendiri. Produser sekaligus sutradara The MINDJourney, Ari Sihasale, mengaku awalnya memiliki pandangan negatif terhadap industri pertambangan karena pengaruh informasi di media sosial.

Namun setelah menjalani perjalanan lebih dari 50 hari ke berbagai wilayah operasional tambang, ia menemukan realitas yang berbeda. Tim produksi melihat langsung bagaimana industri tambang turut mendorong pembangunan fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan UMKM di kawasan lingkar tambang.

Ari menyebut dokumenter ini sebagai “jembatan informasi” agar masyarakat bisa melihat industri pertambangan secara lebih utuh, bukan hanya dari sisi eksploitasi alam semata. Baginya, ketika pertambangan dijalankan secara bertanggung jawab, manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan luas oleh masyarakat.

Melalui The MINDJourney, MIND ID tampaknya ingin mengirim pesan kuat bahwa masa depan industri tambang Indonesia tidak lagi sekadar menggali sumber daya, melainkan membangun nilai tambah, menjaga keberlanjutan, dan memperkuat kesejahteraan nasional.