PTK Gandeng Patra Niaga dan APROBI, Distribusi Biodiesel 2026 Makin Solid

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Tangerang Selatan, ruangenergi.com-Di tengah dorongan pemerintah memperkuat penggunaan energi hijau, langkah strategis kembali dilakukan sektor logistik maritim nasional. PT Pertamina Trans Kontinental resmi menandatangani kerja sama jasa penyewaan kapal dan pengelolaan Ship-to-Ship (STS) untuk Proyek Fatty Acid Methyl Ester (FAME) Balikpapan Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (19/5).

Kolaborasi tripartit ini melibatkan PT Pertamina Patra Niaga bersama para mitra kerja yang tergabung dalam Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BUBBN) dan Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI). Kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai pasok biodiesel nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi berbasis nabati.

Dalam proyek ini, PTK mengambil peran sentral sebagai penyedia jasa penyewaan kapal sekaligus pengelola sarana operasional pendukung distribusi FAME. Perusahaan menyiapkan berbagai fasilitas maritim, mulai dari floating storage, harbour tug, shuttle vessel, hingga tenaga kerja dan perangkat operasional lainnya.

Direktur Pemasaran PTK, Albertus Budi Anto Santosa, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat posisi PTK sebagai penyedia layanan maritim terintegrasi bagi sektor energi nasional.

“Kolaborasi ini memperkuat bisnis Integrated Maritime Solution melalui layanan marine services, support vessel, port operation, dan shorebase yang andal dalam mendukung kebutuhan energi nasional,” ujar Albertus.

Melalui sinergi tersebut, PTK berharap proses transfer muatan dengan metode Ship-to-Ship (STS) dapat berjalan optimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan keandalan operasional. Standar operational excellence disebut menjadi prioritas utama di seluruh rangkaian kegiatan distribusi FAME 2026.

Sebagai tulang punggung logistik energi maritim, PTK saat ini mengelola ratusan armada kapal di berbagai wilayah strategis Indonesia. Perusahaan juga mencatat tingkat keandalan layanan di atas 99 persen—angka yang menjadi indikator penting dalam industri energi, terutama terkait ketepatan waktu distribusi dan keselamatan operasional.

Dengan penguatan layanan terintegrasi mulai dari marine service, support vessel provider, port operation services hingga shorebase, PTK menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan maritim yang profesional, unggul, dan kompetitif demi mendukung ketahanan energi nasional serta percepatan transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.