BP BUMN dan Danantara Gaspol Benahi MIND ID, Siapkan Mesin Baru Hilirisasi Nasional

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Upaya memperkuat industri pertambangan nasional memasuki babak baru. Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara mulai mempercepat penataan organisasi dan struktur bisnis MIND ID agar holding industri pertambangan milik negara tersebut semakin lincah, efisien, dan siap mengakselerasi agenda hilirisasi nasional.

Langkah strategis itu menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, dengan Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, pada Senin (26/5).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari konsolidasi bisnis, penyederhanaan struktur organisasi, hingga penguatan tata kelola perusahaan. Tujuannya satu: menjadikan MIND ID sebagai holding pertambangan yang lebih adaptif dalam menghadapi tantangan industri mineral dan batu bara yang terus berkembang.

Menurut Dony, penataan organisasi bukan sekadar perubahan struktur, melainkan fondasi untuk membangun industri pertambangan yang lebih kompetitif dan bernilai tambah tinggi.

“Penataan organisasi dan bisnis menjadi langkah penting agar transformasi industri pertambangan nasional berjalan lebih efektif dan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara,” ujarnya.

Di tengah derasnya dorongan hilirisasi, MIND ID dituntut mampu mengelola rantai pasok industri mineral secara lebih terintegrasi, mulai dari pengelolaan sumber daya alam hingga pengembangan industri pengolahan dan manufaktur berbasis mineral. Karena itu, sinergi antar-entitas dalam holding dinilai menjadi kunci untuk mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan efektivitas investasi.

Penataan yang tengah disiapkan juga diharapkan menghasilkan struktur organisasi yang lebih ramping namun kuat. Dengan model bisnis yang lebih terintegrasi, MIND ID berpeluang meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperbesar kapasitas pendanaan bagi proyek-proyek strategis nasional.

Bagi pemerintah, transformasi ini memiliki arti penting. Industri pertambangan bukan lagi sekadar sektor penghasil komoditas mentah, tetapi diproyeksikan menjadi tulang punggung pengembangan industri hilir yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai ekspor, dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Melalui langkah percepatan ini, BP BUMN dan Danantara menegaskan komitmennya untuk membangun BUMN pertambangan yang lebih modern, adaptif, dan berdaya saing global. Penataan MIND ID pun diharapkan menjadi katalis bagi lahirnya ekosistem industri hilir nasional yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

Dengan mesin organisasi yang lebih efisien dan fokus, MIND ID kini dipersiapkan untuk memainkan peran yang lebih besar dalam mewujudkan ambisi Indonesia menjadi pusat industri mineral strategis dunia.