Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com – Kinerja produksi minyak dan gas PT Medco E&P Indonesia menunjukkan tren positif di tengah tantangan operasional industri hulu migas nasional. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Direktur & Chief Operating Officer PT Medco International Tbk Ronald Gunawan melaporkan bahwa produksi minyak perusahaan berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam APBN 2025.
Ronald menjelaskan, pada wilayah kerja yang dioperasikan Medco, target produksi minyak tahun ini ditetapkan sebesar 19.028 barel per hari (BOPD). Namun hingga Mei 2025, realisasi produksi telah mencapai 24.023 BOPD atau sekitar 26,3 persen di atas target.
“Produksi minyak kami saat ini berada di atas target APBN. Ini menunjukkan upaya optimalisasi lapangan yang terus kami lakukan memberikan hasil yang positif,” ujar Ronald di hadapan anggota Komisi XII DPR RI.
Di sektor gas bumi, Medco melalui operasi PSC Corridor juga mencatatkan kinerja yang relatif stabil. Dari target produksi sekitar 450 MMSCFD, realisasi hingga saat ini mencapai sekitar 458 MMSCFD.
Meski demikian, Ronald mengakui produksi gas sempat terdampak gangguan pada sistem transportasi gas yang terjadi pada awal tahun. Gangguan tersebut, menurutnya, sejalan dengan penjelasan yang sebelumnya disampaikan SKK Migas mengenai kendala pada fasilitas pipa transmisi yang mempengaruhi pasokan gas dari sejumlah produsen.
Selain melaporkan capaian produksi, Medco juga mengungkap perkembangan program pengelolaan sumur minyak masyarakat yang kini mulai memberikan kontribusi terhadap produksi nasional.
Menurut Ronald, hingga saat ini terdapat satu perusahaan yang telah bekerja sama dalam skema tersebut, yakni PT Keban Berkah Energi. Produksi yang berasal dari sumur masyarakat tersebut telah mencapai sekitar 400 barel minyak per hari dan berjalan dengan baik.
“Kami sudah menerima minyak dari sumur masyarakat. Saat ini baru satu perusahaan yang beroperasi dan produksinya rata-rata sekitar 400 barel per hari. Sejauh ini berjalan baik dan kami berharap kapasitasnya dapat terus meningkat,” katanya.
Kontribusi sumur masyarakat ini dinilai menjadi salah satu langkah konkret untuk mengintegrasikan produksi minyak rakyat ke dalam tata kelola industri hulu migas yang lebih aman, legal, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dengan capaian produksi yang melampaui target serta mulai masuknya kontribusi dari sumur masyarakat, Medco optimistis dapat terus mendukung target produksi migas nasional sekaligus menjaga keberlanjutan operasi di wilayah kerja strategis seperti Corridor yang memasok kebutuhan energi bagi masyarakat di Sumatera Selatan dan Jambi.


