Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Komitmen BP Berau Ltd dalam menjaga pasokan energi nasional kembali ditegaskan di hadapan Komisi XII DPR RI. Dalam rapat dengar pendapat bersama para pemangku kepentingan sektor energi, Head of Country Development and Director BP Berau Ltd, James Tehubijuluw, memaparkan kinerja operasi LNG Tangguh yang terus menjadi salah satu tulang punggung pasokan gas alam cair (LNG) Indonesia.
Menurut James, BP telah menjadi mitra strategis Indonesia selama lebih dari satu dekade. Melalui operasi LNG Tangguh di Papua Barat, perusahaan saat ini memproduksi sekitar sepertiga kebutuhan LNG nasional dengan kapasitas mencapai 11,4 juta ton per tahun atau setara sekitar 180 kargo LNG setiap tahun.
“Sejak mulai beroperasi, kami telah mengirimkan lebih dari 2.000 kargo LNG ke berbagai tujuan,” ujar James di hadapan anggota Komisi XII DPR RI.
Yang menarik, kontribusi LNG Tangguh tidak hanya ditujukan untuk pasar ekspor. BP juga terus memperbesar porsi pasokan untuk kebutuhan dalam negeri. Pada 2025, perusahaan menyalurkan 85 kargo LNG untuk pasar domestik atau sekitar 82 persen dari alokasi yang ditetapkan. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 89 kargo pada 2026.
Langkah ini dinilai penting di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional dan upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi dalam negeri.
Di sisi operasional, BP mencatat capaian positif. Hingga 30 April 2026, realisasi lifting gas mencapai 1,49 miliar kaki kubik per hari (Bcfd), sesuai target yang telah disepakati bersama pemerintah dan SKK Migas.
James juga menjelaskan bahwa pada akhir Mei lalu perusahaan telah menyelesaikan kegiatan turnaround atau pemeliharaan berkala fasilitas LNG. Proses tersebut rampung sesuai jadwal pada 31 Mei 2026 dan kini seluruh train LNG telah kembali beroperasi normal.
“Kami berharap seluruh fasilitas dapat beroperasi dengan baik sehingga target lifting yang telah disepakati dapat tercapai,” katanya.
Tak hanya fokus pada produksi, BP juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia lokal, khususnya dari Papua. Perusahaan berencana membuka kesempatan bagi 30 insinyur muda asal Papua dan wilayah sekitarnya untuk mengikuti program pengembangan kompetensi. Dalam tiga tahun terakhir, lebih dari 100 peserta telah mendapatkan manfaat dari program tersebut.
Komitmen investasi BP juga terus berlanjut. Selain menjalankan operasi utama LNG Tangguh, perusahaan saat ini tengah menggarap proyek strategis nasional yang menjadi bagian dari pengembangan lapangan gas dan pengurangan emisi karbon. Hingga saat ini progres proyek tersebut telah mencapai sekitar 40 persen.
Di tengah tantangan industri energi global yang semakin kompleks, paparan James di DPR menunjukkan bahwa BP tidak hanya berfokus pada pencapaian target produksi, tetapi juga pada penguatan kapasitas SDM lokal, keberlanjutan operasi, serta dukungan terhadap agenda ketahanan energi nasional.
Dengan pasokan LNG yang terus mengalir untuk kebutuhan domestik dan proyek pengembangan yang berjalan sesuai rencana, LNG Tangguh tetap menjadi salah satu aset strategis Indonesia dalam menjaga keseimbangan pasokan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

