Breaking Good News! Sumur Baru Salawati Semburkan 623 Barel per Hari, Lifting Nasional Bertambah

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar baik datang dari ujung timur Indonesia. Upaya menjaga ketahanan energi nasional kembali menunjukkan hasil positif setelah PT Pertamina EP Asset 4, di bawah PEPC Region 4 Zona 14, berhasil mencatatkan keberhasilan pengeboran sumur pengembangan Salawati (SLW)-F002 di wilayah Kampung Manfanim, Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan bahwa sumur yang semula direncanakan sebagai SLW-F2X itu sukses diuji produksi pada 11 Juni 2026 dengan capaian awal 623 barel minyak per hari (BOPD). Produksi tersebut berasal dari lapisan Kais, salah satu reservoir produktif yang selama ini menjadi andalan di kawasan Salawati.

Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi upaya peningkatan lifting minyak nasional yang terus didorong pemerintah di tengah tantangan penurunan produksi alami dari lapangan-lapangan tua.

“Ini kabar baik untuk industri hulu migas nasional. Setiap tambahan produksi baru adalah energi baru untuk menjaga target lifting tetap on track,” ujar Djoko dalam laporannya kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, Komwas SKK Migas, dan jajaran pimpinan.

Secara teknis, sumur SLW-F002 dibor menggunakan metode directional J-type dengan dukungan Rig PDSI #11.2/N80B-M, mencapai kedalaman akhir 2.093 meter measured depth (mMD) atau 2.083,83 meter true vertical depth (mTVD).

Yang menarik, seluruh proses—mulai dari tajak (spud-in), pengeboran, completion, hingga uji produksi—berhasil dituntaskan hanya dalam 54 hari. Capaian ini menunjukkan efisiensi operasi yang semakin tajam di tubuh Pertamina EP.

Tak hanya soal produksi, keberhasilan ini juga mencatatkan prestasi penting di aspek keselamatan kerja. Seluruh aktivitas berjalan aman, lancar, dan tanpa kecelakaan (zero accident). Hal ini menegaskan konsistensi perusahaan dalam menerapkan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) serta operational excellence.

Tambahan produksi dari Salawati ini diharapkan bisa segera masuk ke sistem produksi nasional untuk memperkuat pasokan domestik. Di tengah semangat peningkatan lifting, keberhasilan sumur ini menjadi bukti bahwa sinergi antara Pertamina dan SKK Migas masih terus mampu membuka potensi-potensi baru.

Seperti slogan yang digaungkan dalam laporan tersebut: “Bersama Kita BISA. Lifting Naik, BISA! BISA! BISA!”