Keren! Teknologi Lokal Blora Berhasil Angkat 16 BOPD dari Sumur Minyak Rakyat

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu migas rakyat.

Kepala Djoko Siswanto pada Senin (29/6/2026) melaporkan satu sumur minyak rakyat yang dikelola UMKM PT Mataram Connection Nusantara di Blora, Jawa Tengah, berhasil memproduksikan minyak sebesar 16 barel per hari (BOPD).

Menariknya, produksi itu dicapai menggunakan pompa listrik buatan lokal hasil inovasi masyarakat setempat, dengan kedalaman sumur hanya sekitar 50 meter.

“Alhamdulillah, 1 sumur UMKM PT Mataram Connection di Blora Jateng dapat memproduksi minyak 16 BOPD dengan menggunakan pompa listrik buatan lokal setempat, kedalaman sumur 50 meter,” ujar Djoko dalam laporan singkatnya, Senin, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa pengelolaan sumur minyak masyarakat kini mulai menunjukkan hasil konkret setelah pemerintah membuka ruang legalisasi melalui Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang tata kelola sumur minyak masyarakat.  

Dalam catatan ruangenergi.com, PT Mataram Connection Nusantara sendiri merupakan salah satu UMKM yang memperoleh mandat resmi untuk mengelola sumur minyak rakyat di Blora. Perusahaan ini menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pertamina EP Cepu Regional 4 pada 22 April 2026 di Jakarta, sebagai bagian dari percepatan legalisasi sumur tua dan sumur masyarakat di wilayah Blora. Dalam skema tersebut, PT Mataram Connection menjadi mitra resmi bersama koperasi dan BUMD untuk menjembatani produksi minyak rakyat agar bisa terserap secara legal ke sistem nasional.  

Keberadaan PT Mataram Connection kini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi rakyat di kawasan Blora. Selain membuka jalur legal penjualan minyak ke Pertamina, model ini juga memberi kepastian hukum bagi penambang tradisional, meningkatkan standar keselamatan kerja, sekaligus mendorong penggunaan teknologi sederhana berbasis lokal.

Blora sendiri dikenal sebagai salah satu kantong produksi minyak tua terbesar di Jawa Tengah, dengan ratusan sumur rakyat aktif yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat. Dengan keberhasilan awal 16 BOPD ini, peluang peningkatan produksi dari sumur-sumur serupa dinilai masih sangat terbuka.