Lolos dari Selat Hormuz, Kapal Raksasa Pertamina Pride Kembali Berlayar ke Indonesia Bawa 2 Juta Barel Minyak

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com-Kabar melegakan datang bagi ketahanan energi nasional. Setelah sempat tertahan berbulan-bulan akibat tingginya tensi geopolitik di kawasan Teluk Arab, kapal tanker raksasa Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride akhirnya berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman dan kini tengah berlayar menuju Indonesia.

Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting bagi PT Pertamina International Shipping (PIS), karena menandai bahwa dua kapal milik perusahaan, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, kini telah berhasil keluar dari kawasan berisiko tinggi dan kembali menjalankan operasinya secara normal.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan Pertamina Pride mulai bergerak dari Teluk Arab pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 13.00 waktu Dubai dan sukses melintasi Selat Hormuz pada Rabu, 8 Juli 2026 dini hari WIB.

“Menyusul keberhasilan kapal Gamsunoro, kapal Pertamina Pride juga telah keluar dari area Teluk Arab dan melintasi Selat Hormuz. Artinya, kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret lalu kini bisa kembali melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa,” ujarnya.

Keberhasilan pelayaran ini bukan sekadar keberuntungan. PIS menerapkan mitigasi risiko yang sangat ketat sebelum memberikan izin kapal bergerak. Puluhan aspek dievaluasi secara menyeluruh, mulai dari perlindungan asuransi, kesiapan teknis kapal, kondisi operasional, keamanan jalur pelayaran, hingga kesiapan seluruh awak kapal.

Selama berada di jalur internasional yang dikenal sebagai salah satu titik paling strategis sekaligus paling sensitif bagi perdagangan energi dunia tersebut, Pertamina Pride dipantau selama 24 jam tanpa henti. Tim crisis center PIS di darat terus berkoordinasi dengan awak kapal untuk memastikan setiap tahapan pelayaran berlangsung aman.

PIS juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga proses pelayaran dapat berjalan lancar.

Vega memastikan seluruh awak kapal berada dalam kondisi sehat dan selamat. Setelah berhasil melewati Selat Hormuz, tanker berkapasitas sekitar 2 juta barel minyak mentah itu langsung melanjutkan pelayaran menuju Kilang Cilacap untuk mendukung pasokan energi nasional.

Diperkirakan, Pertamina Pride akan menempuh perjalanan selama sekitar 15 hari dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026.

Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan kesiapan PIS dalam menjaga rantai pasok energi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global. Perusahaan menegaskan akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi keamanan jalur pelayaran internasional serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan keselamatan awak kapal, keamanan muatan, dan kelancaran distribusi energi nasional.

“PIS menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, dan perhatian dari seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga kedua kapal, Gamsunoro dan Pertamina Pride dapat berlayar keluar dari Selat Hormuz,” tutup Vega.