Jakarta, ruangenergi.com – Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan penggunaan Biodiesel B50 pada Kamis (9/7/2026) sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil, sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi pemerintah.
Peresmian akan dipusatkan di SPBU 34.413.40 Rest Area KM 57A Tol Jakarta–Cikampek, dengan seremoni yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB.
Dalam agenda tersebut, informasi yang didapat ruangenergi.com, Presiden Prabowo akan didampingi Menteri Esdm Bahlil Lahadalia, bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, serta para pemangku kepentingan di sektor energi dan industri bioenergi.
Peluncuran Biodiesel B50 menjadi tonggak penting dalam kebijakan energi nasional. Dengan peningkatan kandungan biodiesel berbasis minyak sawit hingga 50 persen, pemerintah menargetkan penghematan devisa dari impor solar, peningkatan nilai tambah komoditas sawit dalam negeri, sekaligus mendorong terciptanya rantai industri energi terbarukan yang semakin kuat.
Program ini juga dipandang sebagai kelanjutan dari roadmap pengembangan biodiesel nasional yang selama beberapa tahun terakhir berkembang dari B20, B30, B35 hingga kini memasuki fase B50.
Momentum peresmian ini diperkirakan menjadi salah satu agenda strategis pemerintah di sektor energi pada tahun 2026. Selain mempertegas komitmen menuju swasembada energi, penggunaan Bio Solar B50 juga diharapkan memberikan dampak positif bagi petani sawit, industri biodiesel nasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pelopor pemanfaatan biofuel terbesar di dunia, sebagaimana ditegaskan dalam pernyataan resmi pemerintah.


