Batam, Kepri, ruangenergi.com-PT Samator Indo Gas Tbk terus memperkuat posisinya sebagai penyedia gas industri nasional dengan meresmikan ekspansi filling station berbasis teknologi digital di Batam.
Langkah ini menjadi investasi strategis untuk menjawab lonjakan kebutuhan gas industri di kawasan yang kini berkembang pesat sebagai pusat manufaktur, elektronika, galangan kapal, hingga industri berteknologi tinggi.
Peresmian fasilitas baru tersebut bukan sekadar penambahan kapasitas produksi. Samator menghadirkan sistem pengisian gas yang telah terotomasi sehingga proses distribusi menjadi lebih efisien, akurat, konsisten, sekaligus meningkatkan aspek keselamatan kerja dan kualitas layanan. Dengan teknologi digital, perusahaan juga mampu memantau berbagai parameter operasional secara real time sehingga respons terhadap kebutuhan pelanggan menjadi lebih cepat.
Presiden Direktur PT Samator Indo Gas Tbk, Rachmat Harsono, mengatakan pertumbuhan industri di Batam berlangsung sangat cepat sehingga kebutuhan gas industri ikut melonjak signifikan.
“Batam kalau dilihat dari growth-nya luar biasa sekali. Demand untuk oksigen, nitrogen, argon untuk industri sangat cepat kenaikannya, mungkin 20–30 persen dibanding tahun lalu. Karena perkembangan industri yang sangat cepat ini, kami melihat perlu investasi. Filling Station ini yang tercanggih, semua berbasis teknologi,” ujarnya.
Filling station tersebut memproduksi dan mendistribusikan berbagai jenis gas industri seperti oksigen, nitrogen, argon, karbon dioksida, nitrogen mix, argon mix, serta produk hidrogen, mixed gas, forming gas, dan specialty gas. Seluruh produk itu menjadi kebutuhan penting bagi industri manufaktur, fabrikasi logam, pengelasan, elektronik, energi, makanan dan minuman, hingga sektor kesehatan di Batam dan Kepulauan Riau.
Investasi Samator juga mendapat apresiasi dari Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis. Menurutnya, ketersediaan gas industri yang andal menjadi salah satu faktor penting untuk menarik investasi baru ke Batam.
“Batam terus diarahkan menjadi role model pertumbuhan ekonomi dalam bisnis investasi. Karena itu kebutuhan gas harus bisa dipenuhi dengan cepat dan berkesinambungan agar investor semakin yakin berinvestasi di Batam,” katanya.
Selain mempercepat distribusi, fasilitas baru ini memperkuat fleksibilitas logistik Samator dalam melayani pelanggan di seluruh Kepulauan Riau. Perseroan juga menegaskan bahwa operasional filling station dijalankan dengan standar Safety, Health, and Environment (SHE) melalui sistem kerja terstandar, otomasi pengisian, serta budaya keselamatan yang diterapkan di seluruh lini operasional.
Dengan pengalaman lebih dari satu abad di industri gas, Samator kini mengoperasikan 60 pabrik gas industri dan 103 filling station yang tersebar di 29 provinsi. Melalui ekspansi infrastruktur seperti di Batam, perusahaan berharap mampu menghadirkan solusi gas industri yang semakin inovatif, berkualitas, dan berstandar keselamatan tinggi guna mendukung pertumbuhan industri serta pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

