Wow Keren! Perta Daya Gas Ubah Haluan! Siap Bertarung di Tender Demi Dongkrak Bisnis

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Selatan, Jakarta, ruangenergi.com-PT Perta Daya Gas (PDG) mengubah strategi bisnisnya. Jika sebelumnya lebih banyak mengandalkan penugasan, kini perusahaan patungan Pertamina Group dan PLN Group itu memilih jalur kompetitif dengan aktif mengikuti tender untuk memperluas portofolio bisnis di sektor infrastruktur gas dan energi.

Sekretaris Perusahaan PT Perta Daya Gas, Ucok Charles Kairupan mengatakan perubahan strategi tersebut merupakan bagian dari transformasi perusahaan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan di tengah perubahan tata kelola BUMN dan meningkatnya persaingan bisnis.

“Kami tidak lagi berharap pada penugasan. Sekarang kami lebih mempersiapkan diri untuk mengikuti lelang. Kami ingin menang karena memang memiliki kompetensi, sertifikasi, dan kemampuan operasi yang dibutuhkan,” ujar Ucok dalam media gathering di Jakarta.

Menurutnya, sejak berdiri pada 2012, Perta Daya Gas memiliki mandat sebagai perusahaan yang bergerak di sektor midstream gas, dengan fokus menghubungkan rantai pasok dari hulu ke hilir, terutama untuk mendukung kebutuhan gas to power atau pasokan gas bagi pembangkit listrik.

Sebagai perusahaan patungan yang kini dimiliki sekitar 65 persen Pertamina Group dan 35 persen PLN Group, Perta Daya Gas memiliki posisi unik karena menjadi jembatan sinergi antara dua BUMN energi terbesar di Indonesia.

Ucok menjelaskan, perubahan struktur subholding di Pertamina maupun PLN membuat mekanisme penugasan kini semakin terbatas. Karena itu, perusahaan memilih memperkuat daya saing melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi, hingga kesiapan sumber daya manusia.

“Kami memperkuat kemampuan operasi dan pemeliharaan, melengkapi seluruh izin usaha serta sertifikasi, sehingga ketika ada tender kami siap bersaing,” katanya.

Bidik Peluang Baru

Saat ini Perta Daya Gas mengelola berbagai bisnis midstream, mulai dari jaringan pipa gas, fasilitas LNG, FSRU, regasifikasi, transportasi laut, hingga Compressed Natural Gas (CNG) Plant Tambak Lorok yang menjadi salah satu fasilitas CNG terbesar di Indonesia.

Selain itu, perusahaan juga mengoperasikan dan memelihara berbagai fasilitas energi di Bali, Papua Barat, Sumatera hingga Sulawesi, termasuk proyek gasifikasi pembangkit listrik dan pemeliharaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Ucok mengungkapkan, peluang bisnis kini tidak hanya berasal dari sektor gas, tetapi juga mulai merambah jasa konstruksi dan operasi pemeliharaan setelah perusahaan mengantongi sertifikat badan usaha konstruksi (SBUK) pada 2026.

Beberapa tender yang berhasil dimenangkan di antaranya pekerjaan operasi dan pemeliharaan, pembangunan fasilitas penunjang, hingga proyek yang mendukung operasional industri energi.

Ucok mengakui kinerja keuangan Perta Daya Gas masih relatif kecil dibandingkan perusahaan energi lainnya. Hal itu dipengaruhi berhentinya sejumlah program gasifikasi di kawasan timur Indonesia yang sebelumnya menjadi penopang bisnis perusahaan.

Meski demikian, manajemen tetap optimistis prospek bisnis akan terus membaik seiring semakin banyaknya peluang tender yang dapat diikuti.

“Kami tidak berkecil hati. Justru sekarang kami terus memperkuat fondasi perusahaan agar bisa tumbuh. Kami ingin bisnis berkembang melalui kompetisi yang sehat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ucok juga menegaskan komitmen Perta Daya Gas untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan media massa. Selama ini perusahaan lebih fokus membangun bisnis sehingga interaksi dengan media masih terbatas.

Ke depan, Perta Daya Gas berencana rutin menggelar media gathering, termasuk mengundang jurnalis mengunjungi lokasi operasi dan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di berbagai daerah seperti Bali, Semarang, Sorong, hingga Papua Barat.

“Kami ingin membangun hubungan yang baik dengan teman-teman media. Mudah-mudahan komunikasi ini bisa terus terjalin sehingga publik juga semakin mengenal Perta Daya Gas dan kontribusi kami dalam mendukung ketahanan energi nasional,” kata Ucok.