Teknologi Makin Canggih, Elnusa Buru “Harta Karun” Energi di Bawah Bumi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Eksplorasi energi kini tak cukup hanya mengandalkan pengalaman. Ketepatan membaca kondisi bawah permukaan menjadi kunci, dan teknologi menjadi salah satu senjata utamanya.

Melihat kebutuhan tersebut, PT Elnusa Tbk (Elnusa) terus memperkuat kapabilitas Geoscience & Reservoir Services (GRS) untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan industri energi. Perusahaan jasa energi terintegrasi yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina ini menggabungkan teknologi, inovasi, engineering expertise, serta kesiapan operasional untuk menghasilkan gambaran bawah permukaan yang semakin detail.

Melalui GRS, Elnusa mengintegrasikan proses akuisisi, pengolahan hingga pemodelan data untuk menghasilkan high-resolution subsurface insights. Informasi tersebut menjadi fondasi penting dalam memahami kondisi bawah permukaan sekaligus membantu pengambilan keputusan dalam kegiatan eksplorasi maupun engineering.

Menariknya, Elnusa juga terus memperluas penggunaan teknologi wireless dan nodal. Teknologi ini memberikan fleksibilitas dalam akuisisi data, terutama untuk wilayah remote yang memiliki tantangan akses.

Corporate Secretary PT Elnusa Tbk, Rustam Aji, mengatakan teknologi dan inovasi menjadi bagian penting dalam memperkuat kapabilitas perusahaan sekaligus menjawab kebutuhan industri energi yang terus berkembang.

“Bagi Elnusa, teknologi dan inovasi bukan hanya menjadi bagian dari perangkat operasional, tetapi merupakan enabler dalam menghadirkan solusi energi yang semakin adaptif dan bernilai tambah,” ujar Rustam.

Menurut dia, keunggulan teknologi harus berjalan beriringan dengan kesiapan operasional. Karena itu, Elnusa tidak hanya mengembangkan teknologi, tetapi juga memastikan kesiapan expertise, equipment, pengelolaan material hingga mobilisasi ke lokasi operasi.

“Integrasi seluruh aspek tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan nilai tambah nyata bagi pelanggan,” katanya.

Dari Seismic hingga Ribuan Nodal

Elnusa kini memiliki portofolio teknologi yang cukup lengkap untuk menjawab karakteristik lapangan yang beragam. Kapabilitas tersebut mencakup land seismic, marine seismic, nodal technology, seismic drilling, recording system, Vibroseis, Ocean Bottom Nodes (OBN), hingga non-seismic survey.

Skalanya pun cukup besar. Elnusa memiliki lebih dari 100 set surveying, navigation, positioning, lebih dari 250 set seismic drilling, lebih dari 25.000 channel recording & cable system, sembilan Vibroseis, satu Indonesian Seismic Vessel, sekitar 2.000 Ocean Bottom Nodes, 8.000 Onshore SmartSolo Nodes, serta 25.000 Onshore Stryde Nodes.

Perjalanan teknologi akuisisi data Elnusa sebenarnya telah berlangsung panjang.

Sejak 2005, Elnusa telah menggunakan Sercel 428 XL dengan kapasitas 20.000 channel. Pada 2015, perusahaan memperkuatnya dengan RT 2 Wireless Seismic System berkapasitas 2.000 channel.

Kemudian pada 2021, Elnusa menambah 8.000 channel SmartSolo untuk mendukung survei di area remote. Terbaru, pada 2025, kapasitas tersebut kembali diperkuat melalui 25.000 channel node STRYDE.

Pengembangan berkelanjutan itu membuat Elnusa memiliki semakin banyak pilihan teknologi untuk menyesuaikan metode akuisisi dengan kondisi lapangan.

MiniVibro, Teknologi Karya Anak Bangsa

Tak hanya mengadopsi teknologi, Elnusa juga mengembangkan solusi berbasis engineering dalam negeri.

Salah satunya adalah MiniVibro, sumber getar berukuran ringkas yang dikembangkan untuk kebutuhan geohazard dan geotechnical survey.

MiniVibro memiliki kapasitas hingga 4.000 lbs, rentang frekuensi 10–200 Hz, serta desain compact dan maneuverable. Karakteristik tersebut membuat perangkat ini dapat digunakan pada wilayah dengan keterbatasan akses.

Pengembangan MiniVibro menjadi salah satu contoh bagaimana pengalaman operasional Elnusa diterjemahkan menjadi solusi teknologi yang lebih sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Sementara itu, Elnusa juga memiliki Vibroseis EnviroVibe 15.000 lbs yang digunakan untuk pencitraan bawah permukaan, termasuk di area pertambangan, sub-volcanic terrain, dan kawasan urban.

Kapabilitas Vibroseis bahkan terus dikembangkan untuk berbagai aplikasi. Salah satunya melalui metode Vibroseismic EOR, yang dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung peningkatan produksi dengan tetap mempertimbangkan aspek lingkungan.

Bukan Cuma Teknologi, Supply Chain Juga Disiapkan

Elnusa menyadari teknologi canggih tidak akan optimal tanpa dukungan operasional yang solid.

Karena itu, perusahaan memperkuat ekosistem supply chain yang terintegrasi. Salah satu fasilitas pendukungnya adalah Warehouse Elnusa BSD, yang berfungsi mengelola material dan equipment mulai dari penerimaan, penyimpanan, inventory management hingga mobilisasi ke lokasi kerja.

Fasilitas dengan luas sekitar 4.505 meter persegi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan operasional tersedia secara terstruktur.

Di sisi lain, fungsi Asset Reliability & Productivity berperan menjaga keandalan, ketersediaan dan produktivitas aset.

Pendekatannya mencakup strategi pemeliharaan, condition monitoring serta pengelolaan risiko untuk memastikan equipment, sistem akuisisi dan infrastruktur pendukung tetap memenuhi standar teknis, keselamatan dan kualitas.

Bagi Elnusa, penguatan GRS dan seluruh ekosistem pendukungnya merupakan bagian dari tema “Rediscover Technology and Innovation Edge.”

Dengan menggabungkan teknologi, inovasi, engineering expertise, kesiapan aset dan dukungan operasional, Elnusa ingin memastikan eksplorasi energi tidak hanya semakin canggih, tetapi juga semakin adaptif terhadap tantangan lapangan.

Pada akhirnya, kemampuan membaca apa yang tersembunyi jauh di bawah permukaan menjadi salah satu modal penting untuk menemukan sumber energi berikutnya.

Dan Elnusa ingin berada di garis depan dalam proses tersebut.