DOUBLE GOOD NEWS dari Dua Sumur PHSS di Semberah

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Samarinda, Kaltim, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan datang dari kegiatan pengeboran migas di Kalimantan Timur. PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) mencatat double good news dari dua sumur pengembangan di Struktur Semberah, yakni Sumur SEM-206 dan SEM-207.

Laporan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, jajaran Komwas SKK Migas dan pimpinan terkait pada Kamis, 20 Agustus 2026, menyebutkan kedua sumur tersebut berhasil menghasilkan produksi awal yang jauh melampaui target.

Kabar pertama datang dari Sumur SEM-206 (SEM-20-US). Sumur ini ditajak pada 4 Juni 2026 dan pada 19 Agustus 2026 telah menyelesaikan uji produksi pada kedua tubing string.

Hasil sementara cukup spektakuler. Produksi awal mencapai 5,36 MMSCFD gas dan 406 BOPD minyak, sementara target awal hanya 2,1 MMSCFD gas dan 175 BOPD minyak.

Artinya, produksi minyak SEM-206 sudah mencapai lebih dari 200 persen dari target, sementara produksi gas juga berada jauh di atas sasaran. Aliran hidrokarbon bahkan mengalir secara natural pada kondisi open flow.

Produksi tersebut berasal dari tiga lapisan reservoir, yakni F083A, I089A dan I072A, yang disebut memiliki tekanan reservoir yang baik.

Sumur SEM-206 berada di Struktur Semberah, sekitar 27,5 kilometer sebelah timur laut Bandara Samarinda, Kalimantan Timur.

Dari sisi keselamatan kerja, operasi pengeboran sumur ini juga mencatat kinerja positif. Total safe man hours mencapai 75.600 jam sejak tajak, dengan tetap mengedepankan aspek HSSE dan operational excellence.

Sumur SEM-206 dibor secara berarah menggunakan Rig EMR-01 hingga kedalaman akhir 11.685 ftMD/11.380 ftTVD/11.152 ftTVDSS. Seluruh rangkaian pengeboran dan uji produksi berlangsung dalam total waktu 45 hari hingga 9 Agustus 2026.

Sumur Kedua Juga Moncer

Kabar baik kedua datang dari Sumur SEM-207 (SEM-56-OS2).

PHSS melakukan tajak sumur ini pada 19 Juli 2026. Kurang dari satu bulan kemudian, tepatnya 12 Agustus 2026, uji produksi pada kedua tubing string berhasil dilakukan.

Hasil awalnya juga berada di atas target. Sumur SEM-207 menghasilkan 3,11 MMSCFD gas dan 96 BOPD minyak.

Padahal target produksi yang ditetapkan masing-masing hanya 0,8 MMSCFD gas dan 40 BOPD minyak.

Dengan capaian tersebut, produksi gas SEM-207 mencapai hampir 4 kali target, sedangkan produksi minyak mencapai sekitar 2,4 kali target.

Produksi berasal dari lapisan G079A dengan tekanan reservoir yang baik. Sumur ini juga mengalir secara natural pada open flow.

Lokasi SEM-207 berada di Struktur Semberah, sekitar 16,2 kilometer sebelah timur laut Bandara Samarinda.

Dari aspek keselamatan, sumur ini membukukan 27.216 safe man hours sejak tajak.

SEM-207 dibor secara berarah menggunakan Rig BKY-02 hingga kedalaman akhir 6.555 ftMD/6.340 ftTVD/6.229 ftTVDSS. Fase pengeboran hingga uji produksi diselesaikan hanya dalam waktu 13 hari sampai 12 Agustus 2026.

Modal Belum Habis, Potensi Sudah Berbicara

Yang menarik, pencapaian dua sumur tersebut diraih dengan penggunaan anggaran yang masih terkendali.

Berdasarkan field estimate, biaya yang telah dikeluarkan tercatat sebesar US$3.187.282, atau sekitar 78 persen dari Rencana Anggaran.

Bagi SKK Migas dan PHSS, keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi upaya peningkatan produksi migas nasional, khususnya dari aset-aset eksisting di Kalimantan Timur.

“Alhamdulillah,” tulis Djoko Siswanto dalam laporan tersebut, sembari meminta doa agar kedua sumur tersebut dapat segera diproduksikan. Djoko bercerita hal ini kepada ruangenergi.com

Dua sumur, dua kabar baik. Produksi minyak dan gas melampaui target, reservoir menunjukkan tekanan yang baik, operasi berjalan aman, dan biaya pengeboran masih berada