Api Makin Dekat! Kebakaran Hutan Ancam Fasilitas Strategis BP Tangguh

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Bintuni, Papua Barat, ruangenergi.com- Kebakaran semak dan hutan di Papua Barat Daya mulai mengancam fasilitas strategis industri migas. Api yang sebelumnya berjarak sekitar 600 meter dari tangki kondensat BP Tangguh LNG kini dilaporkan semakin mendekat, dengan jarak hanya sekitar 100 meter.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan kondisi tersebut pada Minggu, 23 Agustus 2026, kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, Komwas SKK Migas, dan jajaran pimpinan.

“Telah terjadi kebakaran semak dan hutan di Papua. Dari jarak 600 meter kini semakin dekat dengan jarak kurang lebih 100 meter ke tangki kondensat BP Tangguh Bintuni,” demikian laporan Djoko, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

Situasi ini langsung mendapat perhatian serius. SKK Migas telah meminta bantuan aparat keamanan setempat. Polda dan Polres juga dikerahkan untuk membantu menjaga keamanan fasilitas LNG BP Tangguh.

Asap Mulai Masuk Area Kerja

Ancaman bukan hanya datang dari kobaran api. Asap kebakaran kini telah mencapai kawasan operasional BP Tangguh.

Seluruh pekerja di lapangan dilaporkan menggunakan masker untuk mengantisipasi dampak asap. Manajemen juga telah menyiapkan langkah evakuasi apabila kondisi semakin membahayakan keselamatan pekerja.

“Seluruh pekerja BP Tangguh di lapangan saat ini menggunakan masker karena asap telah sampai ke lokasi tempat bekerja dan siap dilakukan evakuasi jika keadaan semakin mengkhawatirkan bagi para pekerja,” kata Djoko dalam laporannya.

Armada Udara Dikerahkan

Upaya pemadaman dari darat menghadapi kendala. Karena itu, penanganan kebakaran mulai ditingkatkan dengan mengerahkan armada udara.

SKK Migas telah mengirim armada udara untuk melakukan pemadaman dari udara. Bahkan, saat ini sedang diupayakan tambahan tiga armada udara untuk memperkuat operasi pemadaman.

Langkah tersebut dilakukan karena kemampuan armada darat dinilai sudah tidak lagi memadai menghadapi kobaran api yang terus bergerak mendekati fasilitas migas.

Di tengah situasi darurat itu, Pengawas Internal SKK Migas, Jenderal Polisi Ibnu, telah tiba di lokasi untuk melakukan koordinasi langsung di lapangan.

Wamen ESDM Pimpin Rapat Darurat

Penanganan kebakaran yang berpotensi mengganggu fasilitas strategis BP Tangguh akan menjadi perhatian khusus pemerintah.

Djoko melaporkan, pada Senin pagi, 24 Agustus 2026, Wakil Menteri ESDM akan memimpin rapat langsung di kantor SKK Migas untuk membahas langkah penanganan keadaan darurat akibat kebakaran tersebut.

Rapat diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas instansi, memastikan keselamatan pekerja, melindungi fasilitas strategis migas, sekaligus mempercepat pengendalian kebakaran.

Djoko pun meminta dukungan doa agar kondisi segera terkendali.

“Mohon doa bapak ibu semua, semoga kebakaran hutan dapat teratasi. Aamiin YRA,” tulis Djoko.

Di tengah ancaman api yang semakin dekat, pesan yang disampaikan SKK Migas sederhana namun tegas: Doa dan BISA — Bersama kita bisa.

Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan/penjelasan resmi dari bp Indonesia selaku operator Kilang LNG Tangguh.