Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah operasional Tangguh LNG terus diperkuat. Sebanyak 53 ton air telah dijatuhkan dari udara untuk memadamkan tiga klaster titik api yang berada dekat fasilitas Tangguh.
Informasi tersebut disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, berdasarkan laporan Regional President bp Asia Pacific, Kathy Wu, Jumat (28/8/2026).
Dalam pesan yang diterima Djoko, Kathy menyampaikan bahwa operasi pemadaman melalui udara telah dilakukan menggunakan satu unit helikopter. Helikopter tersebut menyelesaikan dua flight plan sepanjang hari ini dengan membawa total sekitar 53 ton air.
Air dijatuhkan pada tiga klaster kebakaran yang lokasinya berdekatan dengan wilayah Tangguh. Efektivitas operasi pemadaman tersebut akan dievaluasi sepanjang malam melalui pemantauan menggunakan drone.
Helikopter Kedua Tiba di Babo
Upaya penanganan karhutla juga akan mendapat tambahan kekuatan. Helikopter kedua telah tiba di Babo, Papua Barat, pada Jumat sore dan dijadwalkan mulai beroperasi pada Sabtu pagi.
Tambahan armada ini diharapkan memperkuat kemampuan pemadaman dari udara, terutama untuk menjangkau titik-titik api yang sulit ditangani dari darat.
Kathy juga menyampaikan apresiasi kepada Djoko atas dukungan dan kepemimpinannya dalam penanganan kebakaran di sekitar Tangguh.
“Terima kasih banyak for your leadership support, Pak Kepala. I will keep you posted of progress,” ujar Kathy.
Penanganan kebakaran menjadi perhatian serius mengingat lokasi titik api berada dekat dengan wilayah operasional fasilitas migas Tangguh. Pemantauan drone dan pengerahan helikopter menjadi bagian penting dari upaya memastikan api tidak meluas dan tetap terkendali.


