Karhutla Hulu Migas Mulai Terkendali, Dua KKKS Masih Berstatus Tanggap Darurat

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berada di sekitar wilayah operasi hulu minyak dan gas bumi (migas) terus dilakukan secara intensif. Laporan harian SKK Migas pada Jumat, 28 Agustus 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah operasi masih dalam kondisi aman, meski sejumlah KKKS tetap berada dalam status siaga dan tanggap darurat.

Dalam One Page Summary Laporan Harian Karhutla Hulu Migas Kelompok Kerja K3LL Divisi Penunjang Operasi SKK Migas, tercatat 58 KKKS atau 63% berada dalam kondisi aman. Sementara itu, 24 KKKS (26%) berstatus waspada, 8 KKKS (9%) siaga, dan 2 KKKS (2%) masih dalam status tanggap darurat. 

Dua KKKS yang masih berstatus tanggap darurat adalah PHE Sanga Sanga di wilayah Kalsul dan BP Berau di wilayah Pamalu.

Pada PHE Sanga Sanga, terdapat titik api di lima area well. Titik-titik tersebut berada di Well active Badak B#249 serta empat well yang berstatus shut in, yakni Badak B#173, B#154, B#103 dan B#196. Seluruh titik api tersebut dilaporkan telah berhasil ditangani. 

Sementara di wilayah operasi BP Berau, terdapat lima sumur yang terdampak titik api, yakni NEB#08, BWI#1, BWI#3, NEB#03 dan NEB#13. Namun, laporan menyebutkan kelima sumur tersebut tidak mengalami shutdown.

Titik api di sejumlah wilayah berhasil ditangani

Selain dua KKKS berstatus tanggap darurat, sejumlah wilayah operasi lainnya masih berstatus siaga.

Pertamina Hulu Mahakam, misalnya, melaporkan titik api di tiga area right of way (ROW), yakni ROW KP-5.5, ROW KM 1.800 dan ROW PK.52. Seluruh titik tersebut telah berhasil ditangani. 

Di Searah Muara Bakau, titik api sempat berada sekitar 1 kilometer dari fasilitas produksi (fasprod), tetapi juga telah berhasil ditangani.

Kondisi serupa terjadi di Sele Raya Belida, dengan lima titik api berjarak sekitar 0,6–1 kilometer dari fasilitas produksi. Seluruhnya dilaporkan telah berhasil ditangani. 

Di wilayah Sumatera Selatan, Pertamina EP Limau Field menghadapi titik api di empat lokasi area operasi, sedangkan Pertamina EP Ramba Field menghadapi tiga titik api dalam radius 50–80 meter dari fasilitas produksi. Semuanya telah berhasil ditangani. 

Sementara itu, PEP Prabumulih masih berstatus siaga setelah ditemukan titik api dalam radius 100–300 meter dari Sumur LKT-01 Lembak. Titik api tersebut juga dilaporkan telah berhasil ditangani. 

Dari 3 menjadi 2 tanggap darurat

Jika dibandingkan laporan sehari sebelumnya, kondisi karhutla di sektor hulu migas menunjukkan perkembangan yang relatif membaik pada kategori paling kritis.

Pada 27 Agustus 2026, tercatat 59 KKKS dalam kondisi aman, 24 waspada, 6 siaga dan 3 tanggap darurat. 

Sehari kemudian, jumlah KKKS berstatus tanggap darurat turun menjadi 2 KKKS. Namun, jumlah berstatus siaga meningkat dari 6 menjadi 8 KKKS. Ini menunjukkan bahwa meski status darurat menurun, kewaspadaan di lapangan tetap tinggi.

Laporan tersebut menjadi bagian dari pemantauan SKK Migas terhadap perkembangan karhutla yang berpotensi bersinggungan dengan kegiatan operasi hulu migas. Upaya pengendalian terus dilakukan untuk memastikan keselamatan pekerja, menjaga fasilitas produksi dan mencegah gangguan terhadap kegiatan operasi.

Pesannya jelas: api boleh padam, tetapi kewaspadaan belum boleh turun.