Serpong, Banten, ruangenergi.com-Transformasi sektor kelistrikan Indonesia memasuki babak baru. Bukan hanya soal memperkuat pasokan listrik di dalam negeri, tetapi juga membangun konektivitas energi yang semakin erat dengan kawasan Asia Tenggara.
Pesan itu disampaikan Direktur Utama PT PLN (Persero) sekaligus Ketua Dewan Pengawas Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), Darmawan Prasodjo, saat membuka agenda Electricity Connect, di Medan.
Darmawan menyebut forum tersebut menjadi ruang penting untuk mempertemukan pemerintah, pelaku industri, regulator, investor, hingga pemangku kepentingan energi dari Indonesia dan negara-negara ASEAN.
“Electric City Connect menyambung kekuatan Indonesia dan ASEAN untuk masa depan,” ujar Darmawan dalam sambutannya.
Di hadapan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Darmawan menegaskan MKI dan PLN siap menjalankan arah kebijakan pemerintah di sektor energi.
Ia menggambarkan arahan Menteri ESDM sebagai sesuatu yang harus diterjemahkan secara jelas oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Kalau arahnya ke utara, ya utara. Ke selatan, ya selatan. Harus clear. Maka saya sebagai Ketua Dewan Pengawas MKI dan juga Dirut PLN, jawabannya hanya satu: siap laksanakan!” tegasnya.
Darmawan juga menyoroti semakin kuatnya keterlibatan negara-negara Asia Tenggara dalam agenda kelistrikan dan transisi energi.
Menurut dia, kolaborasi yang dibangun melalui forum tersebut tidak lagi sebatas memperkuat sistem energi nasional, tetapi mulai mengarah pada keterhubungan kawasan.
“Bukan lagi persatuan Indonesia, tapi Asia Tenggara bersatu,” katanya.
Ia menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa sektor ketenagalistrikan semakin menjadi bagian penting dari kerja sama ekonomi dan energi antarnegara ASEAN.
Dalam sambutannya, Darmawan turut memaparkan besarnya skala pengembangan energi terbarukan dan infrastruktur kelistrikan yang sedang dipersiapkan Indonesia.
Ia menyinggung program pengembangan PLTS hingga 100 GWp, yang membutuhkan dukungan sistem penyimpanan energi, jaringan transmisi, serta investasi dalam skala besar.
Darmawan menyebut perubahan dalam rencana pengembangan ketenagalistrikan juga mencakup tambahan kapasitas pembangkit energi surya sekitar 54 GWp, kebutuhan baterai yang disebut mencapai hampir 160 GWh, serta pembangunan transmisi sekitar 48.000 kilometer.
Untuk menggambarkan skalanya, ia membandingkan panjang jaringan transmisi tersebut dengan keliling bumi yang sekitar 42.000 kilometer.
“Keliling bumi sudah putar sekali, masih ada 6.000 kilometer,” ujarnya.
Menurut Darmawan, skala pembangunan tersebut menunjukkan bahwa transformasi energi bukan lagi agenda jangka pendek, melainkan pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Ribuan Delegasi, Ratusan Pembicara dan Eksibitor
Darmawan juga menyoroti pertumbuhan Electricity Connect yang dinilainya semakin besar. Ribuan delegasi hadir, dengan ratusan pembicara dan ratusan eksibitor yang ikut ambil bagian.
Ia menyebut perkembangan tersebut sebagai indikasi meningkatnya perhatian industri terhadap agenda transformasi energi Indonesia.
“Yang hadir ini ribuan delegasi, ratusan pembicara. Eksibitornya dulu hanya puluhan, sekarang ratusan,” katanya.
Menurut dia, tingginya partisipasi tersebut memperlihatkan bahwa agenda pembangunan energi dan kelistrikan Indonesia mendapat respons luas dari dunia usaha dan pemangku kepentingan internasional.
Darmawan pun kembali menegaskan posisi MKI dan PLN untuk mendukung pelaksanaan kebijakan pemerintah di sektor energi.
“Tanpa menjabarkan, kami siap melaksanakan arahan Bapak sebagai leading sector di bidang energi dan kepala Satgas 100 GW ini, arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” tutupnya.


