BRMS Catat Lonjakan Produksi Emas pada Kuartal III 2026, Laba Bersih Tembus US$11 Juta

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com — PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat peningkatan kinerja keuangan dan operasional pada kuartal III 2026. Penyelesaian kegiatan pushback di tambang emas terbuka River Reef, Poboya, Palu, menjadi salah satu faktor yang mendukung kenaikan produksi dan penjualan emas perusahaan.

Dalam siaran pers pada 28 Oktober 2026, BRMS menyampaikan bahwa pendapatan, laba operasi, laba bersih, serta produksi emas pada kuartal III 2026 meningkat signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya. Perusahaan juga berhasil membalikkan kerugian bersih pada kuartal II 2026 menjadi laba bersih pada kuartal III 2026.

BRMS membukukan pendapatan sebesar US$71,79 juta pada kuartal III 2026, meningkat dari US$26,32 juta pada kuartal sebelumnya. Laba operasi juga naik menjadi US$20,06 juta dari US$3,36 juta pada kuartal II 2026.

Sementara itu, laba bersih perusahaan mencapai US$11,01 juta pada kuartal III 2026. Capaian tersebut berbalik dari kerugian bersih sebesar US$4,78 juta pada kuartal II 2026.

Dari sisi produksi, emas yang terjual pada kuartal III 2026 mencapai 16.748 ons, meningkat dibandingkan 6.301 ons pada kuartal sebelumnya. Harga jual rata-rata emas tercatat sebesar US$4.128 per ons.

Kadar emas bijih meningkat

Peningkatan kinerja tersebut didukung oleh penyelesaian kegiatan pushback di tambang emas terbuka River Reef, Poboya, Palu, pada Juli 2026. Setelah pekerjaan tersebut selesai, BRMS mulai menambang bijih dengan kadar emas lebih tinggi sejak akhir Juli 2026.

Rata-rata kadar emas bijih yang diproses pada kuartal III 2026 mencapai 1,94 gram per ton (g/t), meningkat dibandingkan 0,90 g/t pada kuartal II 2026.

Selain meningkatkan produksi, anak usaha BRMS, PT Citra Palu Minerals (CPM), juga telah menandatangani perjanjian penjualan sebagian besar produksi emasnya dengan sejumlah pihak pembeli pada harga yang dinilai cukup kompetitif.

Perusahaan berharap dapat menjual hampir seluruh produksi emasnya pada paruh kedua 2026.

Pengembangan tambang bawah tanah dan kapasitas pabrik

BRMS juga melanjutkan pengembangan tambang emas bawah tanah di River Reef, Poboya, Palu. Hingga saat ini, panjang terowongan bawah tanah di lokasi tersebut telah mencapai lebih dari 975 meter dari portal atau pintu masuk tambang.

CPM berharap dapat mulai menambang bijih berkadar emas tinggi, yakni di atas 3,2 g/t, dari tambang bawah tanah tersebut pada pertengahan 2027.

Di sisi pengolahan, peningkatan kapasitas pabrik emas dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari ditargetkan selesai pada awal 2027. Peningkatan kapasitas ini diharapkan mendukung pertumbuhan produksi emas perusahaan pada periode mendatang.

Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer BRMS, Agus Projosasmito, menyatakan kepuasannya terhadap pencapaian perusahaan pada kuartal III 2026.

“Kami cukup puas dengan pencapaian Perusahaan di Q3 2026. Terlepas dari faktor-faktor makro dan eksternal yang mempengaruhi industri domestik dan pasar modal nasional, kami tetap percaya terhadap fundamental BRMS yang kuat,” ujar Agus.

Ia menjelaskan bahwa penyelesaian kegiatan pushback di Poboya pada Juli 2026 diharapkan dapat meningkatkan produksi emas dari tambang terbuka pada paruh kedua 2026.

“Selanjutnya, rencana penambangan bijih berkadar tinggi dari tambang emas bawah tanah akan memungkinkan kami untuk dapat terus meningkatkan produksi emas di tahun 2027 dan 2028,” katanya.

Eksplorasi tembaga Gorontalo berlanjut

Di luar bisnis emas, anak usaha BRMS lainnya, PT Gorontalo Minerals (GM), melanjutkan kegiatan eksplorasi tembaga di wilayah Gorontalo.

Saat ini, GM mengoperasikan empat unit alat pengeboran eksplorasi di lokasi tambang tembaga Cabang Kiri East. Pada 2027, perusahaan berencana menambah jumlah alat pengeboran menjadi tujuh unit yang akan beroperasi di tiga lokasi tambang tembaga di Gorontalo.

GM menargetkan hasil pengeboran tersebut dapat disampaikan dalam bentuk sumber daya mineral tembaga pada semester kedua 2027.

Melalui peningkatan produksi emas, pengembangan tambang bawah tanah, ekspansi kapasitas pengolahan, serta eksplorasi tembaga, BRMS melanjutkan rencana pengembangan operasionalnya untuk mendukung pertumbuhan produksi pada tahun-tahun mendatang.