Gas Mako Natuna Dibidik 120 MMscfd, Djoko Siswanto Gandeng Kemenperin

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– SKK Migas terus memperkuat sinergi dengan kementerian dan pemangku kepentingan untuk mempercepat penyelesaian proyek hulu minyak dan gas bumi (migas). Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan Lapangan Mako di Laut Natuna yang ditargetkan mampu menghasilkan gas sebesar 120 juta kaki kubik standar per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd).

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan, upaya percepatan proyek hulu migas menjadi langkah penting untuk mendorong peningkatan produksi dan lifting migas nasional.

Dalam rangka mendukung target tersebut, dikutip dari website SKK Migas, Djoko Siswanto bersama jajaran fungsi terkait SKK Migas melakukan audiensi dengan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji pada Jumat (9/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Djoko memaparkan perkembangan proyek pengembangan Lapangan Mako yang dikelola Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) West Natuna Exploration Limited (WNEL) di Laut Natuna.

SKK Migas juga menyampaikan kebutuhan dukungan dari Kementerian Perindustrian agar pelaksanaan proyek tersebut dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana pengembangannya.

Lapangan Mako menjadi salah satu proyek yang diharapkan dapat memberikan tambahan pasokan gas bagi Indonesia. Dengan target produksi mencapai 120 MMscfd, pengembangan lapangan ini berpotensi memperkuat ketersediaan gas nasional untuk mendukung kebutuhan industri dan sektor energi.

Namun, untuk merealisasikan potensi tersebut, diperlukan koordinasi lintas sektor, termasuk dukungan kebijakan dan fasilitasi dari kementerian terkait.

Sinergi SKK Migas dan Kementerian Perindustrian diharapkan dapat membantu mengatasi berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan pengembangan proyek, sehingga manfaat ekonominya dapat segera dirasakan.

Bagi industri nasional, tambahan pasokan gas berpotensi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan produksi sekaligus memperkuat daya saing industri yang membutuhkan gas sebagai sumber energi maupun bahan baku.

Djoko Siswanto menegaskan melalui agenda tersebut, SKK Migas terus mendorong keterlibatan para pemangku kepentingan untuk memastikan proyek-proyek hulu migas yang memiliki potensi tambahan produksi dapat berjalan optimal.

Percepatan proyek menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberlanjutan produksi migas di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri.

Pengembangan Lapangan Mako pun menjadi bagian dari upaya tersebut. Dukungan berbagai pihak diharapkan mampu memperlancar pelaksanaan proyek, sehingga target produksi yang telah direncanakan dapat direalisasikan.

Bagi SKK Migas, keberhasilan pengembangan Lapangan Mako tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi gas, tetapi juga dengan upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan menyediakan pasokan gas yang dibutuhkan untuk menopang aktivitas ekonomi Indonesia.