Abu Dhabi, UAE, ruangenergi.com – Indonesia bersiap membuka peluang baru produksi minyak dan gas bumi (migas) melalui pengembangan sumur nonkonvensional. Teknologi fracking atau perekahan hidraulik menjadi salah satu andalan untuk mengoptimalkan potensi migas yang selama ini belum tergarap maksimal.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan, Indonesia telah memiliki sekitar 100 kandidat sumur yang siap memasuki tahap fracking.
Kepada Ruangenergi.com, Kamis (5/11/2026), Djoko menyampaikan bahwa Indonesia ke depan akan mengembangkan kegiatan fracking secara masif dengan sasaran ribuan sumur migas nonkonvensional.

“1 unit Fracking Dragon ini seharga 2 juta USD, kedepan Indonesia akan mengefrac ribuan sumur unconvensional migas, saat ini sdh terdapat 100 kandidate Frac!” ujar Djoko bercerita kepada ruangenergi.com.
Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya peluang yang ingin dibuka pemerintah melalui pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produksi migas nasional.
Fracking Dragon, teknologi untuk membuka potensi migas
Peralatan yang dimaksud Djoko terlihat dalam gambar yang memperlihatkan sebuah unit bermerek Dragon, terpasang pada trailer dengan sejumlah roda besar, mesin, sistem perpipaan, serta rangka pelindung berwarna kuning.
Dragon Products Ltd merupakan perusahaan manufaktur peralatan industri dan migas asal Amerika Serikat yang berbasis di Beaumont, Texas. Perusahaan ini memproduksi berbagai peralatan untuk kegiatan pengeboran, produksi, dan stimulasi sumur migas, termasuk peralatan yang digunakan dalam operasi fracking.
Dalam gambar tersebut, unit peralatan Dragon tampak dirancang untuk mendukung pekerjaan lapangan. Sistem mesin dan perpipaan bertekanan tinggi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan perekahan hidraulik.
Fracking sendiri merupakan teknologi yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan batuan menyimpan dan mengalirkan minyak maupun gas. Proses ini dilakukan dengan menginjeksikan fluida bertekanan tinggi ke dalam formasi batuan sehingga terbentuk rekahan yang memungkinkan hidrokarbon mengalir menuju sumur produksi.
Peralatan yang dipasang pada trailer memungkinkan unit tersebut dipindahkan ke lokasi operasi migas.
Djoko menyebut harga satu unit Fracking Dragon mencapai US$2 juta. Nilai investasi tersebut menjadi salah satu gambaran kebutuhan teknologi untuk mendukung pengembangan sumur-sumur migas nonkonvensional di Indonesia.
Seratus kandidat menjadi langkah awal
Dengan sekitar 100 kandidat sumur yang telah teridentifikasi, Indonesia memiliki pijakan awal untuk mengembangkan kegiatan fracking secara lebih terarah.
Pengembangan ini diharapkan dapat membuka peluang produksi dari lapisan batuan yang memiliki karakteristik berbeda dengan reservoir migas konvensional.
Fracking dapat membantu meningkatkan kemampuan batuan berpermeabilitas rendah untuk mengalirkan hidrokarbon. Namun, keberhasilan pengembangan setiap sumur tetap bergantung pada karakteristik geologi, hasil evaluasi teknis, serta keekonomian proyek.
Karena itu, pemilihan kandidat sumur menjadi tahapan penting sebelum kegiatan fracking dilakukan secara lebih luas.
Rencana pengembangan ribuan sumur migas nonkonvensional menunjukkan bahwa Indonesia mulai melirik sumber daya yang selama ini belum menjadi andalan produksi nasional.
Jika dapat direalisasikan secara bertahap dan ekonomis, pengembangan tersebut berpotensi menambah sumber pasokan migas domestik.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tantangan mempertahankan produksi dari lapangan-lapangan migas yang telah memasuki tahap matang.
Dengan 100 kandidat fracking yang sudah terpetakan dan dukungan teknologi seperti Fracking Dragon, Indonesia kini memiliki peluang untuk memperluas pengembangan sumber daya migas nonkonvensional.
Tantangan berikutnya adalah memastikan kesiapan teknologi, investasi, dan pelaksanaan operasi agar potensi tersebut dapat benar-benar berubah menjadi tambahan produksi migas nasional.


