Palembang, Sumsel, ruangenergi.com-Upaya meningkatkan produksi minyak dan gas bumi nasional kembali membuahkan hasil positif. Kali ini, kabar menggembirakan datang dari Lapangan Adera, Sumatera Selatan. PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 berhasil menghidupkan kembali sumur yang sebelumnya berstatus idle atau tidak berproduksi melalui pekerjaan workover pada sumur BNG-074.
Hasilnya cukup impresif. Setelah dilakukan intervensi sumur, produksi minyak tercatat mencapai 170 barel minyak per hari (BOPD) atau sekitar 395 persen dari target awal sebesar 43 BOPD.
Keberhasilan tersebut dilaporkan dalam laporan Good News Idle Well pada November 2026 yang disampaikan melalui jajaran SKK Migas.
“Pekerjaan workover sumur BNG-074 menggunakan pompa Electric Submersible Pump (ESP). Kegiatan operasional dimulai pada 17 Oktober 2026 dan berhasil diselesaikan pada 22 Oktober 2026.Setelah melalui tahapan gross up secara berkala dan penyesuaian frekuensi ESP, sumur tersebut menunjukkan hasil produksi yang menggembirakan,”kata Djoko seperti diceritakan kepada ruangenergi.com
Tidak hanya minyak, sumur BNG-074 juga menghasilkan gas sebesar 0,548 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD), sementara target awal gas pada sumur ini adalah nol.
Produksi tersebut berasal dari Formasi TAF-P1 pada interval kedalaman 1.959–1.962,5 meter measured depth (mMD). Menariknya, setelah pekerjaan intervensi selesai, sumur ini dapat langsung diproduksikan atau Put on Production (PoP).
Keberhasilan BNG-074 bukan hanya terlihat dari pencapaian produksi, tetapi juga dari efisiensi pelaksanaan pekerjaan.
Secara operasional, pekerjaan menggunakan Rig GJE-05 berkapasitas 550 HP. Total durasi pengerjaan hanya lima hari, lebih cepat dibandingkan rencana awal selama enam hari.
Dari sisi anggaran, realisasi biaya berdasarkan estimasi lapangan tercatat sebesar USD 122.356. Angka ini hanya sekitar 64 persen dari anggaran yang direncanakan sebesar USD 191.989.
Artinya, terdapat efisiensi biaya sekitar USD 69.633 dibandingkan rencana anggaran.
Sebelum dilakukan intervensi, sumur BNG-074 berada dalam kondisi off production atau tidak berproduksi.
Keberhasilan PEP Zona 4 mengembalikan sumur tersebut ke jalur produksi menjadi bukti bahwa kegiatan intervensi dan optimalisasi sumur eksisting masih menyimpan peluang besar untuk menambah produksi migas nasional.
Di tengah tantangan peningkatan lifting minyak dan gas bumi, optimalisasi sumur-sumur yang sebelumnya tidak berproduksi menjadi salah satu strategi penting. Selain berpotensi memberikan tambahan produksi, pendekatan ini juga dapat dilakukan dengan waktu dan biaya yang lebih efisien dibandingkan membuka peluang produksi dari awal.
Keberhasilan BNG-074 sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara SKK Migas dan Pertamina EP dalam mengoptimalkan aset hulu migas yang sudah ada.
Harapannya, produksi sebesar 170 BOPD dan gas 0,548 MMSCFD dari sumur BNG-074 dapat dipertahankan secara berkelanjutan sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi migas nasional.
Dari sumur yang sempat terdiam, kini kembali mengalir kontribusi bagi ketahanan energi Indonesia.

