Prabumulih, Sumsel, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan datang dari kegiatan pengeboran hulu minyak dan gas bumi (migas) di Sumatera Selatan. PT Pertamina EP Asset 2 (PT PHR Zona 4) berhasil mencatatkan hasil positif dari uji produksi Sumur GNK-119 di Struktur Gunung Kemala, Field Prabumulih.
Berdasarkan laporan Good News Drilling Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Sabtu (7/11/2026), sumur pengembangan GNK-119 berhasil mencatatkan produksi sementara sebesar 943,5 barel minyak per hari (BOPD) atau mencapai 212 persen dari target produksi awal sebesar 200 BOPD.
Tak hanya minyak, sumur ini juga memberikan tambahan produksi gas sebesar 4,29 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Hasil tersebut menjadi kabar positif bagi upaya peningkatan produksi migas nasional, khususnya melalui optimalisasi pengeboran sumur-sumur pengembangan di wilayah kerja Pertamina.
Menariknya, produksi Sumur GNK-119 mengalir secara natural open flow dari lapisan TAF Layer C3 dengan dukungan tekanan reservoir yang dinilai baik.
“Sumur ini berlokasi di Struktur Gunung Kemala, Field Prabumulih, yang berada di sebelah barat laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan,”jelas Djoko seperti diceritakan kepada ruangenergi.com
Perjalanan pengeboran GNK-119 juga terbilang efisien. Sumur yang mulai ditajak pada 30 September 2026 tersebut dibor menggunakan Rig GW-265 dengan metode directional S-type hingga mencapai kedalaman akhir 2.043 meter measured depth (mMD) atau 1.930,20 meter true vertical depth (mTVD).
Seluruh tahapan pengeboran dan pengujian produksi berlangsung selama 32 hari, lebih cepat dibandingkan program yang ditetapkan selama 34 hari.
Dari sisi keselamatan kerja, operasi Sumur GNK-119 mencatatkan total 54.102 safe man hours sejak awal pengeboran. Capaian ini menunjukkan komitmen pelaksanaan operasi yang tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta operational excellence.
Sementara itu, berdasarkan estimasi biaya lapangan, pengeluaran operasi tercatat sebesar US$5.280.749,51 atau sekitar 79,36 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui.
Keberhasilan GNK-119 menjadi tambahan kabar baik dari aktivitas pengeboran Pertamina EP di Zona 4. Dengan hasil uji produksi yang melampaui target awal, sumur ini diharapkan segera dapat memasuki tahap produksi secara aman, lancar, dan berkelanjutan.
Tentu saja, tantangan berikutnya adalah memastikan hasil uji produksi tersebut dapat dipertahankan ketika sumur mulai beroperasi secara komersial.


