Jakarta Selatan, Jakarta, ruangenergi.com – Inpex Masela Ltd. menandai rampungnya tahap Front-End Engineering Design (FEED) proyek Abadi LNG. Acara itu dihadiri perwakilan Kementerian ESDM, SKK Migas, mitra usaha patungan, kontraktor lapangan, dan kalangan universitas.
Presiden Direktur Inpex Masela Ltd., Kenji Hasegawa, menyebut FEED mencakup empat komponen utama: sistem bawah laut (subsea umbilical, risers, and flowlines), pipa gas ekspor, fasilitas produksi terapung (FPSO), dan kilang LNG darat. “Keempatnya menjadi fondasi teknis pengembangan terpadu proyek LNG ini,” ujarnya.
Menurut Kenji, penyelesaian FEED bukanlah tujuan akhir. Proyek kini bergerak menuju fase Engineering, Procurement, Construction, and Installation (EPCI) dan keputusan investasi akhir (FID). Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut membutuhkan koordinasi dan komitmen berkelanjutan dari semua pihak.
Kenji juga menyatakan Abadi LNG berperan penting bagi ketahanan energi jangka panjang Indonesia, memperkuat pasokan gas bumi, dan membuka peluang ekonomi bagi generasi mendatang.
Ia menyampaikan terima kasih kepada para kontraktor atas keahlian teknis dan komitmen mereka, serta kepada mitra usaha patungan, Pertamina dan Searah, atas kemitraan yang berkelanjutan. Apresiasi juga ditujukan kepada pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian ESDM dan SKK Migas, atas bimbingan dan dukungannya.
Menutup sambutan, Kenji melantunkan pantun:
Burung terbang di atas lautan,
Singgah sejenak di tepi pantai.
Satu tahapan telah kita tuntaskan,
Semoga kerja sama terus berjalan dengan baik.
Inpex Masela berkomitmen bekerja erat dengan pemerintah, mitra usaha patungan, kontraktor, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memajukan proyek secara aman dan bertanggung jawab.


