Plts

AESI :Penggunaan PLTS Atap Meningkat 21%

Jakarta, Ruangenergi.com – Seiring dengan upaya percepatan melalui regulasi pemerintah dan dukungan pemilik modal, Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) optimistis pemasangan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap akan mengalami peningkatan.

Dalam sebuah webinar, Ketua AESI, Fabby Tumiwa, mengungkapkan bahwa peminat PLTS Atap terutama dari kalangan industri sudah mulai meningkat.

“Minat ini akan terus tumbuh seiring dengan munculnya kesadaran industri untuk menghasilkan green product dengan mengoptimalkan konsumsi listrik dari energi terbarukan,” ungkap Fabby.

Dia menjelaskan, pemerintah perlu mendukung realisasi pemanfaatan energi terbarukan melalui regulasi agar seluruh masyarakat dapat ikut serta dalam mencapai target pemanfaatan energi bersih dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Fabby menambahkan, penggunaan PLTS Atap makin diminati oleh pelaku industri lantaran adanya kecenderungan konsumen untuk mengkonsumsi produk hijau yang harus dipenuhi industri, salah satunya dari penggunaan sumber energi bersih PLTS.

“Tidak hanya perusahaan global yang mulai memperhatikan penggunaan listrik bersih untuk operasionalnya, tetapi perusahaan lokal juga semakin banyak yang mulai mengembangkan industri hijau,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, dalam refleksi empat tahun Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA), kapasitas terpasang PLTS Atap terus mengalami peningkatan sejak 2018 dengan kontribusi sebesar 21% atau setara 46 Megawatt Peak (MWp) dari total kapasitas terpasang.

Di mana pada 2025, Pemerintah menargetkan kapasitas terpasang PLTS atap mencapai 3,6 Gigawatt (GW) yang akan disuplai oleh sektor industri dan rumah tangga.

BACA JUGA  Ini Kata Dirut Geo Dipa Energi Faktor Penyebab Energi Terbarukan Lambat Berkembang

Sementara, Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan (EBTKE), Kementerian ESDM, Chrisnawan Anditya, menuturkan bahwa pemerintah memfokuskan instalasi PLTS Atap dalam pengembangan energi terbarukan karena sumber listrik ini cepat dan biaya produksi yang bersaing.

“Kami terus berupaya dalam meningkatkan penggunaan tenaga surya dengan menyusun Rancangan Peraturan Menteri ESDM yang ramah bagi pengguna PLTS atap, salah satu yang diatur adalah memperluas penggunaan PLTS atap dan meningkatkan nilai keekonomian PLTS Atap,” beber Chrisnawan.

Menurut, Managing Director Xurya Daya Indonesia, Eka Himawan, tingginya minat pelaku industri terhadap instalasi PLTS Atap sejalan dengan meningkatnya konsumsi produk hijau melalui penggunaan energi listrik dari pembangkit energi terbarukan.

“Kini konsumen juga semakin kritis terhadap produk yang dikonsumsinya, apakah proses produksi dan operasionalnya memiliki dampak yang merugikan bagi lingkungan atau tidak,” terang Eka.

Lebih jauh, ia menjelaskan, penggunaan PLTS Atap dalam kegiatan operasional telah dilakukan oleh pelanggan-pelanggan Xurya Daya.

Di mana, perusahaan tersebut telah berkomitmen dalam penggunaan energi bersih dan semakin diperkuat dengan penandatanganan dukungan GNSSA, seperti yang dilakukan oleh PT MGM Bosco Logistics, PT Suri Nusantara Jaya, PT Nusa Toyotetsu Corp, Hotel Santika Premiere Bandara Palembang, PT Platinum Ceramics Industry, Global Sevilla School, Bandung Televisi Indonesia, PT Softex Indonesia, PT Indahtex Utama, PT Bina Niaga Multiusaha, PT Vastland Indo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *