Bentuk Tim Khusus, ITPLN Percepat Peningkatan Karir Dosen

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com — Wakil Rektor I Bidang Akademik Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, ST., M.Sc., menegaskan komitmen kampus transisi energi dalam mengawal percepatan karir para dosen melalui sosialisasi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Prof. Susy menekankan bahwa ITPLN menaruh perhatian besar terhadap pengembangan profesi tenaga pengajar, mulai dari pendampingan administratif hingga pelatihan karier akademik.

“Karier Bapak Ibu sebagai dosen itu kita kawal, kita bantu, kita dukung. ITPLN sangat sayang kepada dosennya. Kita punya tim khusus yang memang mendedikasikan diri untuk membantu percepatan karier dosen,” ujar Prof. Susy di ITPLN, Jum’at, 8 Mei 2026.

Ia mengaku pernah mengalami stagnasi pengembangan karier yang cukup lama karena minim pendampingan. Selama lebih dari dua puluh tahun berkareir sebagai dosen, dirinya mengaku tidak mengalami perkembangan signifikan hingga akhirnya mulai serius mengurus jenjang guru besar.

“Saya selama 25 tahun tidak bergerak hanya bergerak sampai Lektor Kepala. Tidak ada yang mengingatkan atau mendorong. Justru ketika ada yang bilang ‘ayo cepat’, itu bentuk perhatian,” katanya.

Menurutnya, perubahan regulasi dari pemerintah saat ini membuat sistem kenaikan jabatan akademik dosen menjadi lebih terstruktur dan sistematis. Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2026 disebut menjadi pedoman baru dalam peningkatan profesi dan karier dosen di Indonesia.

Prof. Susy menjelaskan, tuntutan dunia pendidikan tinggi kini berkembang jauh dibanding masa lalu. Jika sebelumnya profesor belum dituntut publikasi internasional, kini dosen harus memenuhi berbagai indikator seperti publikasi Scopus, hibah penelitian, hingga keterlibatan dalam jurnal internasional.

“Sekarang zamannya berbeda. Ada Scopus, hibah, penelitian internasional. Tapi pemerintah juga menyiapkan wadahnya, termasuk bantuan hibah internasional. ITPLN juga menyediakan insentif dan dukungan penuh,” ungkapnya.

Ia mencontohkan pengalamannya saat mengurus jabatan guru besar. Meski tidak memiliki hibah penelitian, ia tetap mampu memenuhi syarat melalui aktivitas sebagai reviewer di empat jurnal internasional bereputasi Scopus.

“Semua bukti kerja harus disimpan. Email, surat reviewer, bukti submit jurnal, semuanya penting untuk penilaian kinerja dosen,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prof. Susy juga memaparkan strategi pengembangan dosen yang kini dijalankan ITPLN melalui penguatan struktur organisasi akademik. Salah satunya melalui Bagian Pengembangan Akademik untuk mendukung peningkatan kompetensi pedagogi dosen.

Selain itu, ITPLN juga menyiapkan program berkelanjutan mulai dari sosialisasi pada kuartal pertama, pelatihan sertifikasi dosen pada kuartal kedua, hingga evaluasi dan peningkatan mutu pada kuartal berikutnya.

“Kita ingin semua lengkap disiapkan untuk dosen, baik dari sisi pedagogi maupun karier akademik. Yang paling penting adalah determinasi untuk maju dan punya tujuan dalam perjalanan profesi kita,” tutur dia.

Prof. Susy menambahkan, capaian akademik dosen bukan hanya membanggakan institusi, tetapi juga keluarga.

“Sedikitnya membanggakan keluarga ketika kita berada pada posisi tertentu. Kalau itu bisa sekaligus membanggakan institusi, tentu lebih baik,” imbuhnya.

Ruang Strategis Dosen

Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya ITPLN, Heryawan, menilai momentum sosialisasi tersebut memiliki arti penting bagi para dosen, tidak hanya dalam aspek pengembangan karier, tetapi juga memperkuat hubungan antar sivitas akademika.

Menurut Heryawan, kegiatan tersebut menjadi ruang strategis bagi dosen untuk memahami berbagai kebijakan terbaru sekaligus mempererat silaturahmi dan membangun sinergi di lingkungan kampus.

“Momentum pertemuan ini memiliki arti yang sangat penting bagi para dosen. Tidak hanya sebagai sarana memperoleh pemahaman terkait berbagai kebijakan dan pengembangan karier dosen, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta memperkuat sinergi antar sivitas akademika,” kata Heryawan.

Ia mengatakan, melalui forum tersebut para dosen juga memiliki kesempatan untuk saling bertukar gagasan, berbagi pengalaman, serta memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam mendukung kemajuan institusi. Setiap program akademik ITPLN bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id.

“Dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan ini, diharapkan tumbuh semangat saling mendukung, saling menginspirasi, dan mempererat rasa memiliki terhadap institusi,” tegasnya.

Menurut dia, semangat kolektif tersebut menjadi modal penting agar seluruh dosen dapat berkontribusi optimal dalam pengembangan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.