Bio Farma Beralih ke CNG, Pangkas Biaya Energi hingga 40 Persen dan Perkuat Transisi Energi Nasional

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Bandung, Jawa Barat, ruangenergi.com – Upaya mendorong transisi energi nasional kini merambah sektor kesehatan. PT Bio Farma (Persero) resmi memanfaatkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai sumber energi di fasilitas produksinya di Bandung melalui kerja sama dengan PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha Subholding Gas Pertamina. Langkah ini menjadi tonggak baru karena merupakan penggunaan CNG pertama dalam operasional produksi Bio Farma.

Peresmian kerja sama yang berlangsung pada Rabu (15/7/2026) di kompleks Bio Farma, Bandung, menjadi simbol sinergi antarbadan usaha milik negara dalam menghadirkan energi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan bagi industri strategis nasional.

Direktur Operasi PT Bio Farma (Persero), Iin Susanti, mengatakan penggunaan CNG merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya melalui pemanfaatan energi rendah emisi.

“Bio Farma berkomitmen untuk menerapkan implementasi prinsip ESG, salah satunya melalui pemanfaatan bahan bakar yang rendah emisi dan lebih ramah lingkungan seperti CNG,” ujar Iin.

Tak hanya mendukung pengurangan emisi, pemanfaatan CNG juga diyakini memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. PGN Gagas akan memasok sekitar 300.000 meter kubik CNG per bulan untuk memenuhi kebutuhan operasional Bio Farma. Dengan pasokan tersebut, perusahaan diproyeksikan mampu menekan biaya energi hingga 40 persen dibandingkan sumber energi yang digunakan sebelumnya.

Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia, Santiaji Gunawan, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi memperluas pemanfaatan gas bumi ke sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Menurutnya, sektor kesehatan merupakan salah satu prioritas karena keberlangsungan pasokan energi di fasilitas produksi farmasi sangat menentukan kontinuitas produksi obat dan vaksin.

“Kolaborasi dengan Bio Farma menjadi bagian dari komitmen kami memperluas manfaat CNG ke sektor-sektor esensial yang menopang kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan. Keandalan pasokan energi di fasilitas produksi seperti Bio Farma sangat penting karena menyangkut kesinambungan produksi yang berdampak langsung pada layanan kesehatan publik,” kata Santiaji.

Sebagai bagian dari PGN Group, PGN Gagas selama ini berfokus menyediakan layanan gas di luar jaringan pipa (beyond pipeline) melalui CNG dan LNG. Hingga Juni 2026, layanan Gaslink milik PGN Gagas telah melayani lebih dari 600 pelanggan industri dan komersial dengan total penyaluran mendekati 11 BBTUD.

Masuknya Bio Farma ke dalam portofolio pelanggan semakin memperkuat posisi Gaslink sebagai solusi energi bagi sektor-sektor strategis nasional yang belum terjangkau jaringan pipa gas.

Kerja sama ini juga memperlihatkan sinergi lintas holding BUMN. Bio Farma sebagai induk Holding BUMN Farmasi dan PGN Group sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina bersatu mendukung agenda transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Nilai strategis kolaborasi ini semakin besar mengingat Bio Farma merupakan produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara dengan produk yang telah digunakan di lebih dari 150 negara. Ketersediaan pasokan energi yang andal menjadi faktor penting untuk menjaga kesinambungan proses produksi vaksin dan produk kesehatan lainnya.

Dengan demikian, pengaliran CNG ke fasilitas Bio Farma bukan sekadar menghadirkan efisiensi biaya operasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan industri kesehatan nasional sekaligus mempercepat pemanfaatan energi yang lebih bersih di sektor-sektor vital Indonesia.