Catat Ya, Pipa Gas Dusem Melaju Kencang, Progres Tembus 32 Persen dan Catat 300 Ribu Jam Kerja Aman

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Pekanbaru, Riau, ruangenergi.com-Pemerintah terus mempercepat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pipa Transmisi Gas Bumi Dumai–Sei Mangkei (Dusem) sebagai tulang punggung integrasi jaringan gas nasional. Hingga akhir Juli 2026, progres fisik pembangunan Pipa Dusem Segmen 2 telah mencapai 32 persen, melampaui target yang telah ditetapkan dalam jadwal proyek.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, memastikan percepatan pembangunan tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur gas bumi nasional sekaligus menjaga ketahanan energi Indonesia.

Saat meninjau langsung lokasi proyek pada 25 Juli 2026, Laode mengungkapkan bahwa capaian fisik yang melampaui target tersebut juga dibarengi dengan prestasi di bidang keselamatan kerja.

“Alhamdulillah, progres lapangan untuk Segmen 2 saat ini sudah menyentuh angka 32 persen. Yang tak kalah penting, capaian ini diraih dengan mencatatkan 300 ribu jam kerja aman tanpa kecelakaan kerja, melibatkan sekitar 447 tenaga kerja yang terampil di lapangan. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim, kontraktor, dan tenaga kerja yang terlibat atas dedikasi serta kerja keras dalam mengawal proyek vital ini,” ujar Laode.

Pipa Transmisi Gas Bumi Dusem merupakan salah satu proyek infrastruktur energi terbesar di Sumatera. Jalur pipa ini akan membentang sekitar 535,4 kilometer, menghubungkan SKG Belawan hingga Fasilitas Duri, dan ditargetkan rampung pada akhir 2027 hingga awal 2028.

Pembangunannya dibagi menjadi dua segmen yang dikerjakan secara paralel. Segmen 1 menghubungkan Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu, sedangkan Segmen 2 menghubungkan Stasiun Labuhan Batu menuju Fasilitas Duri sepanjang 266,8 kilometer. Pengerjaan Segmen 2 dilaksanakan oleh konsorsium KSO PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Sumber Bangun Sentosa, dan PT Singgar Mulia.

Meski mengapresiasi percepatan pembangunan, Laode mengingatkan bahwa kecepatan penyelesaian proyek tidak boleh mengurangi standar keselamatan maupun kualitas konstruksi.

Ia memberikan dua penekanan penting kepada seluruh pelaksana proyek. Pertama, penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) harus dijalankan secara disiplin tanpa kompromi. Seluruh potensi bahaya wajib diidentifikasi dan dimitigasi sejak awal agar keselamatan pekerja tetap menjadi prioritas utama.

Kedua, Laode menegaskan pentingnya menjaga spesifikasi teknis, khususnya pada pekerjaan open cut atau penggalian jalur pipa. Kedalaman pipa harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan karena menjadi faktor penting bagi keamanan operasi jangka panjang sekaligus menjadi salah satu aspek yang akan diperiksa dalam uji kelayakan teknis maupun audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menurutnya, kualitas pekerjaan yang baik sejak tahap konstruksi akan menentukan keandalan jaringan transmisi gas dalam jangka panjang.

Keberhasilan pembangunan Pipa Dusem diharapkan menjadi penggerak utama integrasi jaringan gas bumi di Pulau Sumatera. Dengan tersambungnya jaringan dari Sumatera Utara hingga Riau, pemerintah menargetkan distribusi gas bumi menjadi lebih efisien, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus memperluas akses energi yang lebih bersih bagi sektor industri maupun masyarakat.

Proyek ini juga menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan sistem transmisi gas nasional yang semakin andal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan transisi energi Indonesia.