Catatan Redaksi: Menaruh Harapan Pada Pimpinan SKK Migas di Organisasi Baru

Jakarta,ruangenergi.com– Pergantian  pimpinan di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dipastikan terjadi hari ini,Senin (05/12/2022).

Pekan lalu isu sejumlah nama akan duduk sebagai pimpinan di satuan kerja itu berseliweran di pelbagai whatsapp group. Nama-nama seperti Dwi Soetjipto, Nanang Abdul Manaf, Shinta Damayanti,Wahyu Wibowo, Eko Indra Heri,Benny Lubiantara,dan Rudi Satwiko,dan Kurnia Chairi , disebut akan duduk di jajaran Pimpinan SKK Migas. Katanya, mereka akan menjalankan organisasi baru satuan kerja itu.

Dwi Soetjipto dikabarkan tetap sebagai Kepala SKK Migas. Nanang Abdul Manaf sebagai Wakil Kepala. Shinta Damayanti sebagai Sekretaris. Wahyu Wibowo sebagai Deputi Eksploitasi. Benny Lubiantara sebagai Deputi Eksplorasi Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja. Kurnia Chairi sebagai Deputi Keuangan Monetisasi Irjen. Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri, M.M sebagai Pengawas Internal. Rudi Satwiko sebagai Deputi Dukungan Bisnis.

Sederet nama yang disebutkan tadi, diharapkan mampu untuk membawa SKK Migas ke dalam pencapaian target minyak sebanyak 1 juta bopd dan  gas 12 BSCFD.

Ada baiknya, ucapan Menteri ESDM Arifin Tasrif saat acara Penganugerahan Penghargaan Keselamatan Migas Tahun 2020 secara daring pada Selasa (3/11/2020) dijadikan acuan untuk memicu kinerja Pimpinan Baru SKK Migas ini.

Arifin Tasrif menegaskan, upaya pemerintah dalam meningkatkan iklim invetasi migas agar bisa memastikan akses energi ke seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA  Jawa Satu Power Pinjamkan LNG ke PLN

Arifin sadar bahwa ini bukan target yang mudah, tapi dengan upaya kita bersama, insyaallah akan tercapai. Untuk itu kita harus serius mengelola subsektor ini.

Target jangka panjang ini juga dibarengi dengan kegiatan eksplorasi migas secara masif. Indonesia memiliki 128 cekungan sediman migas, 68 diantaranya belum dieksplorasi dan sebagian besar berada di wilayah Indonesia Timur.

Kata Arifin Tasrif,ini menjadi jalan bagi kita mengatasi keterbatasan sumber daya migas di Indonesia sehigga mampu mengurangi ketergantungan terhdapa impor migas..

Upaya selanjutnya bisa dilakukan dengan penerapan tekonologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Metode ini dinilai paling eksploitatif dalam membantu mengoptimalkan kinerja sumur-sumur tua. Selain itu, Kementerian ESDM akan menggenjot pembangunan kapasitas kilang di Indonesia.

Menurut Arifin,ada empat proyek pengembangan kilang (RDMP) dan satu pembangunan kilang baru dengan target penyelesaian pada tahun 2027.

Adapula penerapan kebijakan terkait fleksibilitas kontrak migas. Pemerintah telah membuka peluang bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk bebas memilih skema kontrak bagi hasil PSC Cost Recovery dan PSC Gross Split. Pemilihan tersebut menyesuaikan dengan kondisi lapangan migas yang dikerjakan.

Selamat bekerja buat pimpinan baru SKK Migas.

Godang Sitompul,Pemimpin Redaksi

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *