Sukses Kerek Produksi 51 Sumur Pertamina EP, Elnusa Buktikan Sumur Tua Masih Bertaji

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Di tengah bayang-bayang dinamika geopolitik global yang memengaruhi sektor energi, PT Elnusa Tbk (ELSA) kembali mempertegas posisinya sebagai ujung tombak jasa energi terintegrasi nasional. Anak usaha Subholding Upstream Pertamina ini sukses mendukung PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 dalam menggenjot produksi minyak lewat kegiatan workover (kerja ulang) pada 51 sumur eksisting di wilayah Sumatera Selatan.

Langkah strategis ini dilakukan sebagai bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menjaga dan memperkuat ketahanan energi nasional. Operasi workover tersebut menjangkau lima lapangan migas andalan di Sumatera Selatan, yakni Field Prabumulih, Field Limau, Field Pendopo, Field Adera, hingga Field Ramba.

Dalam proyek masif ini, tim Wireline Services (WLS) Elnusa mengambil peran krusial sebagai penyedia jasa wireline logging dan perforasi guna memulihkan serta meningkatkan kembali performa produksi sumur-sumur yang mengalami penurunan (declining).

Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, menjelaskan bahwa layanan wireline logging yang dikerjakan perusahaannya berperan penting untuk membedah kondisi di bawah permukaan tanah dengan presisi tinggi.

“Layanan ini kami lakukan untuk mengevaluasi kondisi reservoir dan mengidentifikasi potensi hidrokarbon di dalam sumur secara lebih akurat. Selain itu, kami juga melakukan evaluasi integritas casing dan semen melalui cement evaluation logging agar kondisi sumur dipastikan tetap optimal untuk produksi,” terang Andri di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Lebih lanjut, pada tahapan layanan perforasi, tim Elnusa bertugas membuka lapisan produksi. “Kami melubangi casing sehingga hidrokarbon yang masih terperangkap di reservoir dapat mengalir bebas dan diproduksikan ke permukaan,” tambahnya.

Untuk memastikan kegiatan workover berjalan efektif, efisien, dan ekonomis, divisi Wireline Logging Services Elnusa mengerahkan teknologi andalan milik mereka sendiri, yakni Saturation Logging Tool (RPM by Elnusa).

Teknologi mutakhir ini mampu memetakan letak hidrokarbon di reservoir secara sangat akurat. Ketangguhan teknologi ini sebelumnya juga telah terbukti sukses diterapkan di wilayah kerja PEP Zona 7 di Jawa Barat dan PEP Zona 11 di Jawa Timur.

“Dengan teknologi yang kami kembangkan sendiri ini, Elnusa dapat memberikan solusi yang jauh lebih ekonomis dan kompetitif bagi user. Hal ini otomatis mendukung upaya Pertamina EP Zona 4 untuk meningkatkan produksinya secara lebih optimal,” jelas Andri.

Intervensi teknologi yang dibawa Elnusa membuahkan hasil yang manis. Kerja sama operasional ini tidak hanya berhasil mendongkrak produksi dari sumur-sumur tua, tetapi juga sukses menghidupkan kembali sumur-sumur yang sebelumnya berstatus mati sementara (suspend) dan terbengkalai (idle).

Andri menyoroti bahwa karakter geologis sumur di Sumatera Selatan yang sangat beragam menjadi tantangan tersendiri, sehingga menuntut kemampuan interpretasi data yang adaptif.

  • Interpretasi Teliti: Elnusa mengumpulkan data dari sumur-sumur idle/suspend yang sebenarnya masih menyimpan cadangan minyak.

  • Eksekusi Tepat: Data tersebut diinterpretasikan secara teliti untuk memandu operasi peningkatan produksi.

  • Hasil Nyata: Sepanjang tahun 2025, program workover dan well intervention di Zona 4 ini sukses mencatatkan tambahan produksi minyak sebesar 432 barel per hari (BOPD).

Menutup keterangannya, Andri menegaskan komitmen jangka panjang Elnusa. Kompetensi sumber daya manusia yang ditunjang teknologi termutakhir diyakini mampu mendukung visi besar pemerintah, yakni mengejar target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD).

“Kami berharap dapat terus berkontribusi dengan selalu memberikan servis terbaik yang didukung teknologi terbaru, paling efektif, serta ekonomis. Ini adalah wujud dedikasi kami dalam menaikkan produksi migas dari sumur-sumur yang ada di berbagai penjuru Indonesia demi mewujudkan ketahanan energi negeri,” pungkasnya.