Dari Geng North hingga Ganal, ENI Siapkan Lompatan Produksi Gas Indonesia

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Perusahaan energi global ENI mencatat kinerja positif di sektor hulu migas Indonesia. Hingga saat ini, produksi gas perusahaan mencapai sekitar 490 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau setara 123 persen dari target APBN dan APBN Perubahan tahun berjalan.

Vice President Operations ENI Indonesia, Suharyo Haryono., mengatakan pencapaian tersebut diraih di tengah tantangan pengelolaan lapangan-lapangan migas yang sebagian besar telah memasuki fase matang.

“Meski menghadapi tantangan dari sumur-sumur yang sudah berusia tua, kami terus berupaya menjaga dan meningkatkan kinerja produksi sehingga mampu melampaui target yang telah ditetapkan,” ujarnya d hadapan Komisi XII DPR, Rabu (03/06/2026), di Jakarta.

Selain mencatatkan kinerja produksi yang kuat, ENI juga tengah menjadi perhatian industri migas nasional setelah keberhasilan menemukan cadangan gas besar di wilayah kerja Ganal. Temuan dari sumur eksplorasi ketiga tersebut diperkirakan mengandung sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik (TCF).

Penemuan tersebut sebelumnya telah diumumkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan menjadi salah satu temuan gas terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini ENI bekerja sama dengan SKK Migas dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat proses pengembangan lapangan tersebut.

“Kami sedang memprioritaskan langkah-langkah pengembangan agar sumber daya gas yang ditemukan dapat segera memberikan kontribusi bagi kebutuhan energi nasional,” kata Suhario.

Di sisi lain, ENI juga terus melanjutkan pengembangan Lapangan Geng North yang ditemukan pada 2023. Proyek tersebut saat ini berjalan sesuai rencana dan ditargetkan mulai berproduksi pada 2028.

Sebagai operator yang beroperasi di wilayah laut dalam, ENI memanfaatkan fasilitas Jangkrik Floating Production Unit (FPU) untuk menyalurkan produksi gas. Saat ini produksi gabungan melalui fasilitas tersebut bersama sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lainnya telah mencapai sekitar 570 MMSCFD.

Prospek peningkatan produksi diperkirakan semakin kuat pada paruh kedua tahun ini. Dua sumur dari Lapangan Maha dijadwalkan mulai beroperasi pada Oktober mendatang dan diproyeksikan menambah produksi lebih dari 200 MMSCFD.

Dengan tambahan tersebut, produksi gabungan yang diproses melalui Jangkrik FPU berpotensi mendekati kapasitas penuh fasilitas yang mencapai 750 MMSCFD pada November mendatang.

Kombinasi antara kinerja produksi yang melampaui target, pengembangan proyek-proyek strategis, serta penemuan cadangan gas raksasa di Ganal semakin memperkuat posisi ENI sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan gas bumi Indonesia sekaligus mendukung upaya pemerintah meningkatkan ketahanan energi nasional.