Jakarta, ruangenergi.com-Sebanyak 23 mahasiswa teknik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mendapat kesempatan langka melihat langsung denyut operasional industri hulu migas di fasilitas milik PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Kunjungan lapangan tersebut berlangsung di Onshore Receiving Facility (ORF) Muara Karang, Jakarta, Selasa (5/5), sebagai bagian dari rangkaian Pipeline Design Competition (PDC) dalam Mechanical Festival (M-Fest) 2026 yang digagas Himpunan Mahasiswa Mesin Institut Teknologi Bandung.
Di tengah kompleks fasilitas energi yang menjadi salah satu simpul penting distribusi gas bumi nasional, para semifinalis PDC tidak hanya mendengar teori di ruang kelas, tetapi juga menyaksikan langsung bagaimana sistem perpipaan migas bekerja di lapangan — mulai dari pengelolaan aliran gas hingga penerapan standar keselamatan industri berisiko tinggi.
Ketua Pelaksana M-Fest 2026, Rafi Akbar Maulana, mengatakan pengalaman tersebut memberikan perspektif baru bagi para peserta mengenai dunia kerja industri energi.
“Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan wawasan sangat berharga terkait proses operasi fasilitas produksi serta implementasi sistem perpipaan di industri migas secara nyata,” ujar Rafi dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan diawali dengan pemaparan teknis mengenai wilayah kerja dan operasional hulu migas PHE ONWJ. Para mahasiswa diperkenalkan pada fungsi strategis ORF Muara Karang sebagai fasilitas penerima darat yang bertugas mengelola aliran gas bumi secara aman, andal, dan efisien.
Setelah sesi teori, peserta diajak meninjau langsung area jaringan pipa energi. Dengan perlengkapan keselamatan lengkap, mereka mengamati bagaimana desain, instalasi, hingga pemeliharaan fasilitas perpipaan diterapkan dalam operasi industri sebenarnya.
Head of Communication, Relations, CID & CSR PHE ONWJ, Ery Ridwan, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen mendukung dunia pendidikan melalui transfer pengetahuan praktis kepada mahasiswa.
Menurutnya, pengalaman lapangan semacam ini diharapkan mampu memantik inovasi generasi muda teknik Indonesia agar siap menjadi penggerak industri energi masa depan.
“Wawasan langsung mengenai kompleksitas fasilitas hulu migas ini diharapkan dapat menginspirasi para calon insinyur untuk terus berinovasi dan siap menjadi motor penggerak industri energi nasional,” ujarnya.
PHE ONWJ dipilih sebagai lokasi observasi karena dinilai memiliki sistem perpipaan yang relevan dengan disiplin teknik mesin. Bagi peserta kompetisi, kunjungan ini menjadi kesempatan penting untuk menghubungkan teori akademik dengan tantangan teknis nyata di lapangan.
M-Fest sendiri merupakan festival tahunan mahasiswa Teknik Mesin ITB yang berfokus pada pengembangan inovasi dan kompetensi keilmuan. Melalui kompetisi desain pipa tersebut, mahasiswa didorong menghadirkan solusi baru bagi tantangan sektor minyak dan gas bumi.
Kolaborasi antara kampus dan industri ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul demi mendukung ketahanan energi nasional di masa mendatang.

