Prabumulih, Sumsel, ruangenergi.com – Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu migas nasional. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan keberhasilan pengeboran sumur pengembangan GNK-115 di Struktur Gunung Kemala, Lapangan Prabumulih, Sumatera Selatan, Senin (5/10/2026). Hasil uji produksi sementara jauh melampaui ekspektasi.
Sumur yang dikerjakan PT Pertamina EP Asset 2 (PT PHR Zona 4) ini mencatat produksi 2.423,29 barel minyak per hari (BOPD) dan 1,95 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Angka itu mengalir secara natural open flow dari lapisan TAF-K1, tanpa bantuan pompa. Padahal target awal produksi hanya 220 BOPD, atau naik sekitar sepuluh kali lipat (lebih dari 1.000 persen).
Djoko Siswanto bercerita kepada ruangenergi.com, produksi sumur berasal dari Layer K yang memiliki tekanan reservoir baik. Lokasinya berada di barat laut Kota Prabumulih.
Djoko menyampaikan laporan tersebut secara langsung kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri, Komisi Pengawas SKK Migas, dan jajaran pimpinan, dengan pembuka khasnya: “good news”.
Proses pengeboran dimulai (tajak) pada 21 Juli 2026 dari lokasi GNK-PD66 yang kemudian dikembangkan menjadi sumur GNK-115. Sumur dibor berarah (directional) menggunakan Rig PDSI #41.3/N110-UE hingga kedalaman akhir 1.951 meter measured depth atau 1.835,19 meter true vertical depth.
Untuk fase pengeboran dan uji produksi hingga 5 Oktober 2026, total waktu yang dihabiskan 31 hari, lebih cepat dari program 33 hari.
Selain capaian produksi, operasi di sumur ini mencatat 57.288 jam kerja aman (safe man hours) sejak tajak pertama. Capaian tersebut mencerminkan komitmen terhadap aspek HSSE dan operational excellence.
Berdasarkan estimasi lapangan, biaya yang telah dikeluarkan mencapai USD 4.975.013,26, atau 76,91 persen dari AFE (Authorization for Expenditure) yang disetujui. Artinya, sumur berproduksi tinggi ini masih berada di bawah pagu anggaran.
Hasil tersebut masih bersifat sementara, dan sumur belum diproduksikan secara komersial. Djoko menutup laporannya dengan harapan agar sumur segera bisa diproduksikan.
“Mohon dukungan dan doa, Insya Allah dapat segera diproduksikan, Aamiin,” tulisnya.
Laporan ditutup dengan yel-yel semangat SKK Migas dan PHR: “Doa & BISA” dan untuk target lifting nasional, “BISA BISA BISA”.
Catatan: Berita ini disusun berdasarkan laporan tertulis Kepala SKK Migas. Angka produksi masih bersifat hasil uji sementara.

