Digitalisasi,Langkah Jitu PLN Berikan Layanan Prima kepada Pelanggan

Jakarta, Ruang Energi. Com- Ditengah situasi pandemi, paradigma pelayanan PLN dibawah nampaknya akan berubah secara signifikan.Majemen pelayanan terus diperbaiki, salah satunya adalah dengan memberikan kemudahan dan kepuasan kepada pelanggan melalui digitalisasi.

Di tengah keterbatasan aktivitas pelanggan untuk melakukan interaksi dengan PLN, langkah jitu dilakukan dengan meluncurkan New PLN Mobile.

Aplikasi digital ini dapat mengakses kebutuhan pelanggan melalui berbagai fitur, mulai pembayaran tagihan listrik, penyambungan listrik baru, keluhan pelanggan, isi token lisrik, hingga menyampaikan laporan penggunaan listrik secara mandiri.

Sementara itu, komitmen PLN untuk mendorong ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dilakukan melalui program yang memberikan kemudahan pengguna bagi kendaraan listrik dengan menghadirkan Aplikasi Charge.IN.

Aplikasi Charge.IN adalah aplikasi charging yang pertama pada SPKLU bagi konsumen pemilik KBLBB. Dengan aplikasi Charge.IN, pemilik KBLBB bisa mengontrol dan memonitor pengisian baterai mobil atau motor listrik di stasiun-stasiun pengisian atau SPKLU, tutur Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini(29/1/21)

Aplikasi PLN Charge.IN sudah tersedia di google playstore, sehingga saat ini masyarakat sudah dapat menikmati kemudahan dalam mengisi daya kendaraan listrik.

Guna memastikan kesiapan aplikasi Charge.IN, Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo juga melakukan simulasi pengisian daya mobil listrik di SPKLU PLN UID Disjaya.

“Aplikasi ini terbukti dapat berfungsi dengan baik, dan ke depannya PLN terus berupaya lakukan pengembangan demi memberikan pelayanan yang terbaik. Selain itu PLN juga memberikan  stimulusmelalui keringanan tambah daya, pasang baru, tarif listrik, rekening minimum kepada pengguna KBLBB yang melakukan  home charger dan private charger, serta badan usaha SPKLU maupun SPBKLU,” jelas Darmawan.

Terkait dengan program layanan prima yang dilakukan dengan inovasi digitalisasai , Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini menuturkan kepada media akan melakukan pembenahan manajemen dengan mengedepankan kepuasan pelanggan.
Pelanggan listrik sebagai konsumen yang harus dilayani sebaik-baiknya. Dengan demikian, PLN sebagai penyedia kelistrikan harus menempatkan diri sebagai pelayan, dan bukan yang ingin dilayani.tutur Zulkifli Zaini

BACA JUGA  RUPTL 2021-2030 Paparkan Skenario Pemanfaatan LNG

Jika tidak ingin ditinggalkan pelanggan, hal ini, menurut Zulkifli menjadi keharusan, karena hanya dengan cara itu korporasi seperti PLN dengan tanggung jawab yang sedemikian tinggi, dapat menjalankan operasi dengan sebaik-baiknya.

“Pelayanan terbaik, menurutnya menjadi fokus utama bagi mengingat bahwa pelanggan listrik sebagai konsumen yang harus dilayani sebaik-baiknya. Dengan demikian, PLN sebagai penyedia kelistrikan harus menempatkan diri sebagai pelayan, dan bukan yang ingin dilayani,” harap Zulkifli

Dihubungi secara terpisah, Pengamat Ekonomi Energi dan Pertambangan Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi mengungkapkan, secara teoritis, perusahaan monopoli akan cenderung tidak efisien. Namun, ada pengecualian yang terjadi pada Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang masih menyandang status monopoli tetapi berhasil menerapkan pelayanan prima terhadap konsumen.
Pelayanan prima terhadap konsumen dilakukan PLN secara terus-menerus (continuous improvement), salah satunya melalui aplikasi New PLN Mobile, yang merupakan platform digital untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, memberikan kemudahan serta pengalaman layanan listrik yang berbeda.

New PLN Mobile dapat digunakan untuk pembelian token dan pembayaran tagihan listrik melalui beberapa Bank dan Fintech. Selain itu, aplikasi ini juga memudahkan untuk mengajukan layanan pengubahan daya, swadaya catat angka meter (Swacam), serta pengaduan pelanggan, yang menjadi alat komunikasi PLN dengan konsumen.

“Berbagai upaya yang dilakukan PLN membuktikan bahwa dengan komitmen tinggi BUMN dengan status monopoli pun dapat mencapai pelayanan prima terhadap konsumen, yang tidak hanya menguntungkan bagi konsumen tetapi juga bagi PLN. Hanya, pelayanan prima terhadap konsumen harus dilakukan secara terus menerus, dengan mengadopsi kemajuan teknologi sesuai perkembangan dan kebutuhan konsumen,” Fahmi Radhy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *