Ditjen Gatrik Gelar Coffee Morning Sosialisasi Permen ESDM Nomor 16 Tahun 2022

Jakarta,ruangenergi.com-Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan akan Coffee Morning Sosialisasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 16 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon Subsektor Pembangkit Tenaga Listrik pada Selasa, 24 Januari 2023 pukul 08.00 WIB – selesai.

Keynote Speech:
Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan – Dadan Kusdiana

Narasumber:
1.Direktur Mobilisasi Sumberdaya Sektoral dan Regional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Materi: Paparan Nilai Ekonomi Karbon

2. Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan
Materi: Paparan mengenai Tata Cara Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon Subsektor Pembangkit Tenaga Listrik sesuai Permen ESDM No.16 Tahun 2022

3. Koordinator Perlindungan Lingkungan Ketenagalistrikan
Materi: Paparan mengenai Pengisian Formulir Rencana Monitoring Emisi Pembangkit Tenaga Listrik

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 16 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon Subsektor Pembangkit Tenaga Listrik telah ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Desember 2022 lalu.

Persetujuan Teknis Batas Atas Emisi GRK Pembangkit Tenaga Listrik yang selanjutnya disebut PTBAE adalah persetujuan teknis yang c:litetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai tingkat Emisi GRK pembangkit tenaga listrik paling tinggi yang ditetapkan dalam suatu periode tertentu.

Persetujuan Teknis Batas Atas Emisi GRK Pelaku Usaha Pembangk:it Tenaga Listrik yang selanjutnya disebut PTBAE-PU adalah penetapan kuota emisi yang diberikan kepada pelaku usaha untuk mengemisikan GRK dalam kurun waktu tertentu yang dinyatakan dalarn ton karbon dioksida ekuivalen.

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1. Nilai Ekonomi Karbon yang selanjutnya disingkat NEK adalah nilai terhadap setiap unit emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari kegiatan manusia dan kegiatan ekonomi.
2. Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional atau Nationally Determined Contribution yang selanjutnya disingkat NDC adalah komitmen nasional bagi penanganan perubahan iklirn global dalam rangka mencapai tujuan Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan lklirn (Paris Agreement to the United Nations
Framework Convention on Climate Change).
3. Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batubara selanjutnya disebut PLTU adalah pembangkit
tenaga uap yang memanfaatkan sumber energi bakar batu bara.
4. Gas Rumah Kaea yang selanjutnya disingkat GRK adalah gas yang terkandung dalam atmosfer, baik alami maupun antropogenik, yang menyerap dan rnemancarkan kembali radiasi inframerah.
5. Emisi ORK adalah lepasnya GRK ke atmosfer pada suatu area tertentu dalam jangka waktu tertentu.
6. Batas Atas Emisi GRK adalah tingkat Emisi GRK paling tinggi yang ditetapkan dalam suatu periode tertentu.
7. Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan lklim yang selanjutnya disingkat SRN PPI adalah sistem pengelolaan, penyediaan data dan inforrnasi berbasis web tentang aksi dan sumber daya untuk mitigasi perubahan iklim, adaptasi perubahan iklim, dan NEK di Indonesia.
8. Unit Karbon adalah bukti kepemilikan karbon dalam bentuk sertifikat atau persetujuan teknis yang dinyatakan dalam 1 (satu) ton karbon dioksida yang tercatat dalam SRN PPI.
9. Perdagangan Karbon adalah mekanisme berbasis pasar untuk mengurangi Emisi GRK melalui kegiatan jual beli Unit Karbon.
10. Perdagangan Emisi adalah mekanisme transak:si antara pelaku usaha yang memiliki emisi melebihi Batas Atas Emisi GRK yang ditentukan.
11. Pengimbangan Emisi GRK yang selanjutnya disebut Offset Emisi GRK adalah pengurangan Emisi GRK yang dilakukan oleh usaha dan/atau kegiatan untuk mengompensasi emisi yang dibuat di tempat lain.
12. Perdagangan Langsung adalah Perdagangan Karban yang dilakukan di luar bursa karbon antara penjual dan pembeli yang membutuhkan Unit Karbon.
13. lnventarisasi Emisi GRK adalah kegiatan untuk memperoleh data dan informasi mengenai tingkat, status, dan kecenderungan perubahan Emisi GRK secara berkala dari berbagai sumber emisi dan penyerapnya.

BACA JUGA  PLN Siap Optimalkan Pemanfaatan FABA, Dorong Kualitas Lingkungan yang Lebih Baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *