Energi Mega Persada Bukukan Laba Bersih US$72,8 Juta, Naik 31% pada 9M 2026

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) mencatatkan peningkatan kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama 2026. Hingga 30 September 2026, perusahaan membukukan laba bersih sebesar US$72,8 juta atau sekitar Rp1,26 triliun, meningkat 31% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam laporan keuangan periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026, laba bersih EMP tercatat sebesar US$72.813.889, naik dari US$55.652.861 pada periode yang sama 2025.

Sejalan dengan peningkatan laba, penjualan bersih perusahaan juga tumbuh 18% menjadi US$426,06 juta atau sekitar Rp7,42 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, penjualan bersih EMP tercatat sebesar US$361,38 juta atau sekitar Rp5,93 triliun.

Kinerja operasional perusahaan turut menunjukkan perbaikan. Laba usaha meningkat 44% menjadi US$157,58 juta dari US$109,50 juta pada sembilan bulan pertama 2025. Sementara itu, EBITDA naik 23% menjadi US$276,67 juta dibandingkan US$224,50 juta pada periode sebelumnya.

Peningkatan laba usaha tersebut mendorong perbaikan margin operasional EMP menjadi 37%, dibandingkan 30% pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer EMP, Syailendra S. Bakrie, mengatakan perusahaan saat ini berfokus pada upaya meningkatkan produksi dari sejumlah temuan minyak dan gas bumi di aset-aset yang dikelola.

“Fokus kami saat ini adalah untuk memproduksikan beberapa temuan dari asset-aset migas kami. Dalam 18 bulan terakhir, kami telah mendapatkan temuan minyak sebesar 31 juta barel, 20 juta barel, dan 15 juta barel masing-masing di blok Malacca Strait, blok Bentu, dan blok South CPP. Kami telah mulai memproduksikan temuan minyak dari blok Bentu & blok Malacca Strait, dan berencana untuk segera memproduksikan temuan di blok South CPP,” ujar Syailendra dalam keterangan perusahaan, Rabu (28/10/2026).

Selain mengoptimalkan produksi dari temuan yang telah diperoleh, EMP juga berupaya memperluas bisnis melalui akuisisi aset baru, baik di dalam maupun luar negeri.

Syailendra menyampaikan, transaksi investasi EMP di HighPeak Energy, Inc., perusahaan migas yang tercatat di NASDAQ dan berlokasi di Texas, Amerika Serikat, diharapkan dapat diselesaikan sebelum akhir 2026.

“Kami berharap kolaborasi dengan HighPeak tersebut dapat menambah nilai bagi para pemegang saham kami,” katanya.

Dari sisi keuangan, Wakil Direktur Utama sekaligus Chief Financial Officer EMP, Edoardus Ardianto, menyebut perbaikan kinerja perusahaan didukung pertumbuhan pendapatan dan peningkatan margin operasional.

Menurut Edoardus, EMP akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penggunaan dana untuk mendukung kegiatan operasional serta pengembangan proyek-proyek perusahaan, sembari menjaga fleksibilitas keuangan.

“Kinerja keuangan Perusahaan yang semakin membaik didukung oleh pertumbuhan Pendapatan dan marjin operasional. EMP akan terus memprioritaskan penggunaan dana secara prudent untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan proyek-proyek Perusahaan, dengan tetap menjaga fleksibilitas keuangan,” ujarnya.

Kinerja EMP pada sembilan bulan pertama 2026 memperlihatkan pertumbuhan pada seluruh indikator utama yang dilaporkan, mulai dari penjualan bersih, EBITDA, laba usaha, hingga laba bersih. Ke depan, perusahaan menargetkan peningkatan produksi dari temuan migas serta pengembangan bisnis melalui investasi aset baru.

Rincian Kinerja Keuangan EMP 9M 2025–9M 2026

  • Penjualan bersih: US$426,06 juta, naik 18%.
  • EBITDA: US$276,67 juta, naik 23%.
  • Laba usaha: US$157,58 juta, naik 44%.
  • Laba bersih: US$72,81 juta, naik 31%.

Catatan: Angka dalam artikel mengacu pada siaran pers PT Energi Mega Persada Tbk tertanggal 28 Oktober 2026. Nilai dalam dolar AS mengikuti angka laporan keuangan perusahaan.