Exxon mobil

Exxon Mobil Catatkan Alami Besar Kerugian di 2020

Jakarta, Ruangenergi.com Exxon Mobil Corporation produsen minyak dan gas yang bermukim di Texas, Amerika Serikat, menyatakan pihaknya telah mencatat adanya kerugian yang terjadi di kuartal keempat tahun 2020 yakni sebesar US$20,1 miliar, atau US$4,70 per saham dengan asumsi dilusi.

Pengeluaran modal dan eksplorasi kuartal keempat adalah US$4,8 miliar, sehingga pengeluaran setahun penuh menjadi US$21,4 miliar, lebih rendah dari tahun sebelumnya yang hanya US$9,8 miliar.

Hasil Kuartal Keempat dan Setahun Penuh 2020

– Kerugian kuartal keempat sebesar US$20,1 miliar termasuk hal-hal yang tidak menguntungkan yang diidentifikasi sebesar US$20,2 miliar, terutama penurunan nilai non-tunai; pendapatan tidak termasuk item yang diidentifikasi adalah US$110 juta, atau US$0,03 per saham dengan asumsi dilusi.

– Melampaui tujuan pengurangan biaya, dengan belanja modal tahun 2020 sebesar US$21 miliar di bawah target sebesar US$2 miliar; biaya operasional tunai lebih dari 15% di bawah 2019, di mana US$3 miliar merupakan pengurangan struktural.

– Memenuhi target pengurangan emisi metana 2020 (15%) dan pembakaran (25%) dibandingkan quartal 1 tahun 2016 , dan mengumumkan rencana pengurangan emisi 2025; diproyeksikan konsisten dengan Perjanjian Paris

Untuk itu, pihaknya telah menetapkan rencana kedepan untuk kinerja keuangan perusahaan tidak terlalu merosot terlalu dalam.

Pertama, melakukan pengurangan biaya operasional struktural tahunan tambahan sebesar US$ 3 miliar diharapkan pada tahun 2023, menghasilkan total pengurangan struktural tahunan sebesar US$ 6 miliar dibandingkan 2019.

Kedua, arus kas tahun ini diharapkan dapat menutupi belanja modal dan mempertahankan dividen serta neraca yang kuat. Asumsi termasuk harga Brent US$ 50 per barel dan margin Downstream dan Kimia tahunan terendah selama 2010-2019; fleksibilitas portofolio memungkinkan penyesuaian lebih lanjut.

Ketiga, Bisnis Solusi Karbon Rendah ExxonMobil akan dibuat oleh direktur independen yang baru terpilih.

CEO Mobil Exxon, Darren W. Woods, menyampaikan, produksi setara minyak pada kuartal keempat adalah 3,7 juta barel per hari konsisten hingga kuartal ketiga tahun 2020.

Menurutnya, produksi tersebut berkurang dengan adanya pembatasan yang dilakukan pemerintah. Tidak termasuk efek hak, divestasi, dan mandat pemerintah, produksi cairan meningkat 5%, sedangkan volume gas alam meningkat 2%.

“Tahun lalu menyajikan kondisi pasar paling menantang yang pernah dialami ExxonMobil,” ujar Darren dalam keterangan resminya.

Sementara, lanjutnya, efek pandemi secara signifikan memengaruhi hasil tahun 2020 perusahaan. Untuk itu, pihaknya berinisiatif melakukan strategis dan reorganisasi yang  telah dilakukan sebelumnya, hal ini sangat memungkinkan untuk merespons secara tegas untuk memperbaiki struktur biaya perusahaan secara permanen. Serta mendorong efisiensi yang lebih besar di seluruh bisnisnya dan menjadi perusahaan yang lebih kuat.

BACA JUGA  Ini Usulan Asumsi Dasar RAPBN Sektor ESDM Tahun 2022

Ia menambahkan, peningkatan ini diharapkan dapat menghasilkan penghematan biaya struktural sebesar US$ 6 miliar per tahun pada tahun 2023, dibandingkan dengan 2019.

“Kami tetap fokus pada peningkatan nilai jangka panjang bagi pemegang saham kami dengan berinvestasi pada aset dengan pengembalian tertinggi, menjaga kekuatan neraca, dan membayar dividen yang dapat diandalkan. Kami telah membangun program modal fleksibel yang kuat untuk berbagai skenario pasar dan berfokus pada peluang keuntungan tertinggi kami untuk mendorong arus kas yang lebih besar, menutupi dividen, dan meningkatkan potensi pendapatan bisnis kami dalam jangka pendek dan panjang,” imbuhnya.

Selain itu, ia mengatakan, pada tahun 2020, ExxonMobil telah mengurangi biaya operasional tunai tahunan sebesar US$ 8 miliar, di mana US$ 3 miliar di antaranya merupakan pengurangan struktural.

“Perusahaan mengharapkan untuk menghasilkan penghematan tahunan tambahan sebesar US$ 3 miliar pada tahun 2023, yang menghasilkan pengurangan biaya tahunan struktural total sebesar US$ 6 miliar, termasuk penghematan dari pengurangan tenaga kerja global,” paparnya.

Menurutnya, organisasi rantai nilai yang baru dibuat untuk bisnis ExxonMobil menghadirkan peluang berkelanjutan untuk lebih memanfaatkan skala dan integrasi perusahaan dan mendorong pengurangan biaya lebih lanjut.

“Penghematan biaya ini akan meningkatkan margin kas bersih jangka panjang, dan meningkatkan kekuatan pendapatan dan perolehan kas. ExxonMobil akan terus mengevaluasi organisasi dan struktur biayanya untuk mengidentifikasi peluang tambahan untuk mengurangi biaya operasional,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *