Bintan, Kepri, ruangenergi.com – Langkah besar pengembangan migas nasional kembali bergerak. PC Ketapang II Ltd. (PCK2L), anak usaha Searah Limited, resmi memulai tahapan fabrikasi fasilitas produksi untuk Proyek Pengembangan Lapangan Bukit Panjang di Wilayah Kerja Ketapang, lepas pantai Jawa Timur.
Momentum itu ditandai lewat seremoni First Steel Cutting yang digelar di Meitech Korindo Yard, Bintan, Kepulauan Riau, Rabu (17/6). Seremoni ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek strategis tersebut kini masuk fase konstruksi setelah mengantongi Final Investment Decision (FID) pada April 2026.
Hadir dalam acara tersebut Deputi Eksploitasi Surya Widyantoro bersama jajaran SKK Migas, manajemen PT Meindo Elang Indah selaku pelaksana kontrak EPCIC, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor hulu migas.
Proyek Bukit Panjang diproyeksikan menjadi salah satu motor tambahan produksi energi nasional, khususnya untuk menopang kebutuhan energi di Jawa Timur. Dengan target onstream pada 2028, lapangan ini diharapkan mampu mengerek produksi migas dari WK Ketapang secara signifikan.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menegaskan bahwa dimulainya fabrikasi fasilitas produksi menjadi bukti nyata komitmen investor dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat pengembangan hulu migas nasional.
Menurut Djoko, keputusan investasi final dan dimulainya tahap konstruksi menunjukkan tingkat kepercayaan investor yang masih tinggi terhadap potensi migas Indonesia.
“Semakin cepat tentu semakin baik. Kami berharap tahun depan Lapangan Bukit Panjang dapat onstream dengan tambahan produksi kondensat sekitar 1.000 barel per hari (BOPD) serta menghasilkan LPG hingga 189 metrik ton per hari, setara sekitar 2.170 BOEPD,” ujarnya.
Tak hanya itu, Lapangan Bukit Panjang juga diperkirakan memiliki puncak produksi gas sebesar 50 MMSCFD. Pengembangannya akan terintegrasi dengan infrastruktur eksisting di Lapangan Bukit Tua yang telah beroperasi sejak 2015, sehingga diharapkan lebih efisien dari sisi biaya maupun waktu pengerjaan.
Presiden Direktur PC Ketapang II Ltd., Yuzaini Md Yusof, mengatakan proyek ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memaksimalkan nilai aset melalui pengembangan yang efisien dan berkelanjutan.
Di sisi lain, proyek ini juga menjadi bagian dari langkah ekspansi Searah Limited, perusahaan patungan yang baru berdiri pada 1 Juni 2026 dengan kepemilikan masing-masing 50 persen oleh PETRONAS dan Eni.
Searah Limited kini mengelola kombinasi 19 aset gas di Malaysia dan Indonesia, dengan mayoritas berada di Jawa Timur. Portofolio ini diharapkan menjadi pengungkit baru bagi penguatan ketahanan energi regional di tengah meningkatnya kebutuhan gas domestik.
Dengan dimulainya first steel cutting, proyek Bukit Panjang kini resmi memasuki babak baru. Jika berjalan sesuai jadwal, tambahan gas, kondensat, dan LPG dari lapangan ini bakal menjadi suntikan penting bagi target produksi migas nasional dalam beberapa tahun ke depan.

